18/04/2024 13:48
SUMUT

Jangan Telantarkan ODGJ

Fokusmedan.com : Memperingati Hari Kesehatan Jiwa sedunia yang diperingati setiap 10 Oktober setiap tahunnya, Kepala Dinas Kesehatan Sumut drg Ismail Lubis mengimbau kepada masyarakat Sumut agar jika ada keluarga menderita gangguan jiwa melaporkan ke Puskesmas terdekat dan menerima pengobatan.

“Jika ODGJ (orang dengan gangguan jiwa) sudah sembuh dapat diperlakukan dia sebagai orang sehat pada umumnya,” ujarnya kepada wartawan,┬áJumat (8/10/2021).

Bila kita memperlakukannya seperti saat dia sakit, lanjutnya, maka penyakitnya akan dapat kembali lagi dan terganggu lagi jiwanya.

“Mari bersama-sama melakukan ini dantidak ada pasung, menerima kesembuhan ODGJ,” imbaunya.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Sumut, jumlah kasus pasung yang dilepaskan tahun 2019 sebanyak 136 orang, tahun 2020 sebanyak 73 dan triwulan I 2021 sebanyak 37 orang, termasuk yang pindah domisili dan meninggal.

Jumlah yang dipasung tahun 2019 ada 8 orang, 2020 berjumlah 14 orang dan triwulan I 2021 sebanyak 6 orang.

Jumlah total kasus pasung tahun 2019 sebanyak 375 orang, 2020 ada 373 orang dan triwulan I 1021 sebanyak 365 orang.

Sementara yang mendapatkan pelayanan kesehatan jiwa tahun 2019 sebanyak 395 orang, tahun 2020 ada 386 dan triwulan I 2021 berjumlah 327 orang.

Sedangkan temuan kasus pasung hingga 2021 hanya sekitar 20 persen dari estimasi 2018.

ODGJ Divaksin

Wali Kota Medan, Bobby Nasution dalam waktu dekat mengagendakan penyuntikan vaksin kepada ODGJ.

Terkait jumlah ODGJ yang akan disuntik vaksin, disebutkannya masih akan berkoordinasi dengan IDI (Ikatan Dokter Indonesia).

“Nanti akan diinformasikan jumlah ODGJ yang divaksin,” ujar Bobby..

Terpisah, Ketua Yayasan Rumah Sehat, Afif Abdillah, mengatakan pihaknya menyediakan sekitar 250 dosis vaksin khusus untuk ODGJ.

“Rencana penyuntikan vaksin kepada ODGJ ini, tidak bisa sembarangan memberikan vaksin ke ODGJ,” jelasnya.

Untuk mempermudah mencari ODGJ yang disuntik vaksin, pihaknya berkoordinasi dengan pihak rumah sakit. Adapun kondisi ODGJ yang divaksin harus dalam keadaan baik atau tenang dan mendapat izin dari keluarganya.

“Kapasitas kita itu 250 dosis, nanti tergantung dari rumah sakit usulan seperti apa. Tentu harus ada izin keluarga dan ODGJ dimaksud harus tenang, baru bisa disuntik vaksin,” pungkasnya.(diva)