13/04/2024 13:44
FOKUS MEDAN

Modus Depkolektor, Dua Pria Ditangkap Polisi

Polisi tangkap pencuri dengan modus depkolektor. Ist

Fokusmedan.com : Kejahatan pencurian dengan menyamar sebagai depkolektor kembali terjadi. Kali ini korban pria paruh baya yang diketahui bernama Sunleng (58) warga Jalan Gatot Subroto Binjai Barat.

Kanit Reskrim Polsek Medan Baru Iptu Irwansyah Sitorus mengatakan, kejadian pada Senin (20/9/2021) lalu, di mana korban sedang melintas mengendarai sepeda motor miliknya yakni Honda Sonic dengan nomor polisi BK 3450 RAV.

“Jadi saat korban melintas tiba-tiba datang dari arah belakang dua unit sepeda motor yang dikenderai oleh tiga orang pelaku. Ketiganya kemudian menghentikan sepeda motor korban dengan mengatakan ‘sepeda motor kau belum bayar’,” ujarnya, Jumat (24/9/2021).

Aksi pelaku dalam mencuri sepeda motor milik korban tak hanya sampai di situ.

Satu dari tiga pelaku disebut sempat mengancam korban dengan tembakan. Pelaku juga disebut memegang pinggangnya seolah memegang senjata yang dibawanya.

“Pelaku lainnya mengancam korban akan ditembak sambil memegang pinggang pelaku. Kemudian korban menanyakan identitas pelaku tapi pelaku tidak mau menunjukan identitas. Lalu, salah satu pelaku menolak tubuh korban dan merampas paksa sepeda motor membawanya,” ungkap Iptu Irwansyah Sitorus.

Alhasil, korban yang dibawa kabur sepeda motor miliknya pun berteriak ‘rampok’ sehingga mengundang perhatian warga sekitar.

“Pada saat bersamaan, petugas kami melintas dan berhasil mengamankan dua orang. Sementara satu orang berinisial Sa (DPO). Kedua pelaku kemudian kami boyong ke Mako untuk diproses lebih lanjut,” jelasnya.

Adapun identitas pelaku yakni Antoni Kurnia (49) warga Desa Suka Mulia Kecamatan Sicanggang, Kabupaten Deli Serdang.

Naik Afandi Sinaga (45) warga Jalan Elang II No 56 Perumnas Mandala Kecamatan Medan Denai.

Dari hasil interogasi lanjutnya, kedua pelaku mengakui merampas sepeda motor korban.

“Hasil introgasi terhadap pelaku, mengakui merampas sepeda motor korban. Keduanya juga tidak bisa menunjukkan surat dokumen penyitaan sepeda motor,” katanya.

Terhadap para pelaku disangkakan pasal 365 KUHPidana dengan ancaman 9 tahun penjara. (Rio)