22/05/2024 9:26
SUMUT

Petaka Tamasya, Mahasiswi Unimed Tewas Terseret Arus Sungai di Humbahas

 

Tim SAR melakukan evakuasi. Ist

Fokusmedan.com – Hujan deras yang melanda wilayah Sumatera Utara (Sumut) akhir-akhir ini mengakibatkan debit air sungai mengalami kenaikan.

Lokasi wisata alam pun terdampak, meluapnya air sungai membuat tamasya berubah menjadi petaka.

Sabtu (11/9/2021) kemarin, seorang mahasiswi bernama Khirunnisa Alhady Hasibuan (20) hanyut terseret arus sungai di lokasi wisata Kolam Abadi, Sungai Sei Berte Desa Rumah Galuh Kecamatan Sei Bingei Kabupaten Langkat. Jasad korban ditemukan Tim SAR gabungan, Minggu (12/9/2021).

Teranyar, Senin (13/9/2021) Tim SAR kembali mengevakuasi jasad seorang mahasiswi yang meninggal dunia akibat tersapu luapan air sungai di Sirahar tepatnya di Desa Pusuk 2 Kecamatan Parlilitan Kabupaten Humbahas.

Korban diketahui seorang perempuan bernama Rahul br Siringo-ringo berusia 18 tahun warga Humbahas. Mahasiswi Unimed ini hanyut terbawa arus Sungai Sirahar saat mandi-mandi bersama 5 orang temannya Minggu (12/9/2021) sore.

“Saat itu, cuaca disekitar lokasi turun hujan cukup deras sehingga menyebabkan air sungai meluap dan menyeret korban dan 5 temannya terjebak dipinggiran sungai namun akhirnya bisa menyelematkan diri namun nahas korban hilang terbawa arus sungai,” Humas SAR Medan Sariman Sitorus kepada wartawan SuaraSumut.id, Senin sore.

Ia mengatakan teman korban yang selamat langsung melaporkan kejadian tersebut kepada warga sekitar dan kepada BPBD Humbahas, selanjutnya dilakukan pencarian namun korban tidak ditemukan hingga akhirnya dilaporkan kepada petugas siaga Pos SAR Parapat Danau Toba.

“Pencarian melibatkan personel dari TNI, Polri, BPBD Humbahas, Pemerintah setempat dan warga. Dengan menyusuri sepanjang sisi sungai, tim SAR gabungan sangat berhati-hati dikarenakan medan disekitar tebing sungai sangat licin dan dipenuhi pepohonan,” ungkapnya.

Hingga akhirnya, kata Sariman pagi tadi sekitar pukul 09.30 WIB, tim SAR gabungan berhasil menemukan korban tidak jauh dari lokasi awal korban hanyut berjarak sekitar 50 meter.

“Namun curamnya lokasi disekitar sungai menjadi kendala tim untuk mengevakuasi korban dari dalam sungai ke dedalam sisi tebing sungai diperkirakan mencapai 100 meter dengan kemiringan lebih dari 90 derajat,” ujarnya.

Sehingga, masih Sariman menjelaskan, menyulitkan tim untuk mengangkat korban dari dalam air. Dengan menggunakan peralatan mountenering, Rescuer Pos SAR Parapat Danau Toba mencoba menuruni sisi tebing sungai untuk mengangkat korban dari dalam sungai.

“Untukk mengevakuasi korban, tim harus membuat sistem tali temali utk mempermudah mengevakuasi korban dari dalam sungai yang dilakukan Rescuer untuk mempacking korban kedalam kantong mayat dibawah jurang”,” imbuhnya.

Senin sekitar pukul 13.30 WIB, korban diangkat dievakuasi. “Selanjutnya kita serahkan kepada pihak keluarga untuj disemayamkan di rumah duka,” tukasnya.

(Rio)