21/02/2024 19:41
INTERNASIONAL

Polisi Israel Tangkap Empat dari Enam Tahanan Palestina yang Kabur

Fokusmedan.com : Polisi Israel kemarin menangkap empat dari enam tahanan yang kabur dari penjara pekan lalu termasuk mantan pemimpin kelompok militan yang menjadi tokoh terkenal di Israel.

Peristiwa kaburnya tahanan Palestina ini membuat malu sistem penjara di Negeri Bintang Daud. Di kubu Palestina para tahanan yang kabur itu dianggap pahlawan.

Pada Jumat malam, militan Palestina di Jalur Gaza menembakkan roket ke Israel sebagai tanda solidaritas, yang memicu serangan udara Israel sebagai pembalasan.

Dilansir dari laman France24, Minggu (12/9), keempat buronan Palestina itu ditangkap di utara Israel.

Sabtu kemarin polisi mengatakan mereka telah menangkap dua orang, termasuk Zakaria Zubaidi, di Umm al-Ghannam kota Arab. Zubaidi merupakan seorang pemimpin militan selama intifada Palestina pada awal tahun 2000.

Zubaidi dianggap terlibat penyerangan pada warga Israel, dia juga diketahui sering memberikan wawancara kepada media dan menjalin pertemanan dengan seorang wanita asal Israel. Zubaidi selama bertahun-tahun menerima amnesti dan mengikuti kelas kursus dan pernah aktif di pergerakan teater West Bank sebelum dia ditangkap pada 2019 atas keterlibatan pada insiden penyerangan.

Gambar yang dirilis oleh polisi menunjukkan Zubeidi, diborgol dan menggunakan penutup mata warna putih, sedang digiring oleh polisi.

Dalam sebuah pernyataan, polisi mengatakan pasukan keamanan Israel, termasuk militer, bekerja “sepanjang waktu” untuk menangkap buronan.

“Seluruh pasukan dikerahkan dengan kekuatan penuh, mencari di area terbuka, mengumpulkan tiap informasi hingga mereka berhasil memecahkan masalah untuk melacak kedua buronan ini,” termasuk Zubaidi jelas polisi. Pencarian dua buronan terakhir masih terus dilakukan.

Sebelumnya, dua tahanan lainnya ditangkap di Nazareth, sebuah kota Arab di Israel utara di sebelah barat Umm al-Ghanam.

Sebuah video yang beredar di media sosial menunjukkan polisi Israel membawa salah satu tahanan, Yakub Kadari, ke kursi belakang kendaraan polisi dan menanyakan namanya. Pria yang mengenakan celana jins dan kaus oblong hijau itu dengan tenang mengidentifikasi dirinya sebagai Kadari dan menjawab “ya” ketika ditanya apakah dia salah satu buronan. Kadari menjalani dua hukuman seumur hidup atas percobaan pembunuhan dan pemasangan bom.

Berdasarkan laporan media Israel, penduduk lokal di kedua kota telah menyerahkan para tahanan itu.

Setelah berita tentang penangkapan dua buronan itu dikonfirmasi pada hari Jumat, beberapa unggahan pahit yang mengungkapkan kekecewaan dan keterkejutan memenuhi media sosial Palestina.

Tidak ada reaksi langsung dari Otoritas Palestina, tetapi Abdeltaif al-Qanou, juru bicara gerakan Hamas yang berkuasa di Gaza, mengatakan meskipun ditangkap kembali, para tahanan telah “mencetak kemenangan dan merusak kehormatan sistem keamanan Israel.”

Peristiwa pelarian itu telah mengungkap kelemahan besar dalam sistem penjara Israel dan memicu kritik dan tudingan selama berhari-hari. Para tahanan itu melarikan diri melalui lubang di lantai sel, membuat terowongan menuju lubang di luar penjara dan berdasarkan laporan media, mereka melarikan diri melewati penjaga penjara yang sedang tidur.(yaya)