21/02/2024 18:56
INTERNASIONAL

Selandia Baru Laporkan Kematian Pertama Terkait Vaksin Pfizer

Vaksin Covid-19 Pfizer. Reuters

Fokusmedan.com : Otoritas kesehatan
masyarakat di Selandia Baru melaporkan kematian pertama terkait vaksin Covid-19 Pfizer. Dilansir Reuters, seorang wanita disebut meninggal pasca-menerima vaksin.

“Ini adalah kasus pertama di Selandia Baru di mana kematian pada hari-hari setelah vaksinasi dikaitkan dengan vaksin Pfizer Covid-19,” kata kementerian kesehatan dalam sebuah pernyataan.

Di sisi lain, Pfizer adalah satu-satunya vaksin yang saat ini tersedia di Selandia Baru, sementara Janssen (Johnson & Johnson) dan AstraZeneca, sedang menunggu peluncuran di sana. Ketiganya sudah mendapat persetujuan pemerintah.

Sementara itu, wanita Selandia Baru yang meninggal, disebut mengalami komplikasi
dengan miokarditis yang diyakini para ahli dipicu oleh Pfizer.

Wanita itu, yang usianya tidak dipublikasikan, meninggal karena komplikasi akibat miokarditis, atau radang otot jantung. Efek samping vaksin Pfizer ini jarang terjadi, kata kementerian itu.

Penyakit tersebut menyebabkan otot jantung menebal sehingga membatasi kemampuan organ untuk memompa darah dan menjaga ritme.

Pfizer mengakui risiko marginal yang terkait dengan vaksin mereka, yang mencakup anafilaksis alergi.

“Pfizer menangani kejadian buruk yang berpotensi terkait dengan vaksin kami dengan sangat serius,” kata produsen obat tersebut kepada Reuters.

“Kami memantau dengan cermat semua peristiwa semacam itu dan mengumpulkan informasi yang relevan untuk dibagikan dengan otoritas pengatur di seluruh dunia,” tambahnya.

Mereka menambahkan bahwa faktor kesehatan lain dapat memicu komplikasi bagi korban.
Sejauh ini, status kesehatan wanita tersebut tidak dilaporkan.

Pabrikan obat itu juga menegaskan kembali bahwa manfaat vaksinasi Covid-19 “jauh lebih besar” daripada risikonya

Baik vaksin mRNA Pfizer dan Moderna sebelumnya telah dikaitkan dengan kasus miokarditis. Banyak di antaranya dapat diobati, tetapi beberapa dapat menyebabkan penyakit serius dan kematian, menurut Organisasi
Kesehatan Dunia.(ng)

Sumber : Kompas.com