22/05/2024 9:28
SUMUT

Orang Utan Sumatra Terancam Kehilangan Habitat, Ini Kata Aktivis Lingkungan

Fokusmedan.com : Sebagai hewan endemik Sumatra, keberadaan orang utan saat ini sangat memprihatinkan. Orang utan semakin terancam keberadaannya akibat habitat mereka yang semakin lama semakin hilang.

Hal ini diungkapkan oleh Pendiri Yayasan Orangutan Sumatera Lestari-Orangutan Information Center (YOSL-OIC), Panut Hadisiswoyo, saat memberi materi pelatihan jurnalistik lingkungan yang digelar Sumatera Tropical Forest Journalism di Langkat, Sumatra Utara (Sumut) pada Jumat (27/8).

“Ancaman terbesar orangutan adalah hilangnya habitat mereka,” katanya.

Panut mengatakan, saat ini orang utan merupakan satwa endemik yang berstatus Critically Endangered atau kritis. Padahal, keberadaannya sangat mempengaruhi masa depan manusia, begitu juga sebaliknya.

Kehilangan Habitat

Panut menjelaskan, dari peta penyebaran orang utan, saat ini jumlah orang utan semakin lama semakin menyusut. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya karena habitat mereka yang semakin berkurang.

Berkurangnya habitat orang utan ini juga disebabkan berbagai faktor, salah satunya kerusakan lingkungan, khususnya yang disebabkan oleh manusia.

Panut mengaku, Ia pesimis habitat orang utan mampu bertambah secara signifikan. Sementara invasi manusia terus berkembang.

“Melihat itu, saya sering bilang peningkatkan habitat itu tidak mungkin, tapi kerusakan sudah pasti,” sebutnya.

Panut mengatakan, sejumlah individu orang utan sumatra (Pongo abelii) hidup di luar dataran rendah. Selama ini, orang utan biasa hidup di dataran yang berada di bawah 500 meter dari permukaan laut.

“Akan tetapi, terdapat jenis orangĀ  utan yang juga hidup di tempat yang lebih tinggi. Seperti orang utan tapanuli atau Pongo tapanuliensis,” sebutnya.

Panut juga mengatakan saat ini sudah ada fenomena yang mengisyaratkan adanya migrasi orang utan ke tempat yang lebih tinggi.

“Bisa saja lama-lama orang utan nanti sampai hidup di dataran tinggi, karena habitatnya di dataran rendah sudah habis,” ujarnya.(yaya)