14/07/2024 8:05
SUMUT

Viral Video Bocah 12 Tahun Disiksa Tetangga di Nias, Polisi Tangkap Pelaku

Tersangka penganiayaan diamankan polisi. Ist

Fokusmedan.com : Aksi kekerasan terhadap anak dibawah umur terjadi di Desa Hilina’a Kecamatan Alasa Talumizoi Kabupaten Nias Utara.

Korban berinisial FZ seorang bocah laki-laki berusia 12 tahun, dipukuli oleh seorang pemuda yang merupakan tetangganya. Meski sudah meringis kesakitan, pelaku seperti orang kesetanan terus menendang, dan meninju korban.

Warga yang melihat kejadian penyiksaan langsung merekam menggunakan video ponsel dan kemudian mempostingnya ke media sosial (Medsos) dan seketika menjadi viral.

“Pelaku penganiayaan anak dibawah umur sudah diamankan,” kata Kapolres Nias AKBP Wawan Iriawan melalui Paur Subbag Humas Aiptu Yadsen F. Hulu, kepada wartawan, Kamis (12/8/2021) siang.

Ia mengatakan adapun pelaku yang diamankan berinisial SZ alias Ama Misel (25) ditangkap saat berada di rumahnya. Usai diringkus, SZ lalu diboyong ke Polres Nias untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Dari pemeriksaan diketahui penganiayaan tersebut terjadi pada Minggu (8/8/2021) di salah satu rumah warga di Desa Hilina’a. Awalnya adik kandung dari pelaku berkelahi dengan korban.

“Setelah berkelahi dengan FZ (korban), dalam keadaan menangis adik pelaku pergi mengadu kepada Pelaku SZ, kemudian Pelaku SZ mendatangi korban FZ dan melakukan penganiayaan terhadap korban dengan cara meninju, memijak dan menendang FZ secara berulang-ulang,” kata Yansen.

Pemilik rumah yang melihat penganiayaan ini langsung merekam sembari melerai keributan yang terjadi. Namun, pelaku yang lagi emosi malah mencekik leher pemilik rumah. Belakangan, video penyiksaan ini menjadi viral.

Akibat perbuatannya tersangka dijerat dengan Pasal 44 ayat (1), ayat (2) dari Undang-Undang (UU) Republik Indonesia (RI) Nomor 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga, dan atau Pasal 80 ayat (1), ayat (2) dari UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah Pengganti UU Nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Dengan ancaman 15 tahun penjara dan terhadap tersangka SZ telah dilakukan penahanan di RTP Polres Nias,” tandasnya.(Rio)