Gerah! Suhu di Medan Tembus 35 Derajat Celcius, Ini Penjelasan BMKG

Ilustrasi cuaca berawan. Ist

Fokusmedan.com : Kondisi cuaca panas melanda wilayah Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut). Suhu udara dirasa panas menyengat pada siang hari, dan gerah pada malam hari.

Tak tanggung, tercatat pada Kamis (22/7/2021) hari ini, suhu udara di wilayah Sumut ternyata mencapai 35 derajat celcius.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan kondisi cuaca panas ini dapat berlangsung hingga akhir bulan Juli 2021.

“Kondisi cuaca pada siang hari cerah berawan, dengan suhu udara maksimum 35 derajat celcius,” kata Forecascter BMKG Medan Martha R Manurung kepada wartawan.

Lanjut Martha menjelaskan, adapun penyebab suhu udara terasa panas, yakni adanya hembusan angin kering yang melewati wilayah Sumut.

“Berdasarkan monitoring kondisi dinamika atmosfer monsoon Barat Daya (angin baratan) mulai menguat dengan kecepatan berkisar antara 10 – 30 knot. Massa udara yang melewati wilayah Sumut relatif kering dengan nilai kelembaban berkisar antara 40 – 90 %,” ungkapnya.

Hal ini menyebabkan pertumbuhan awan tidak signifikan sehingga dalam seminggu ke depan wilayah Sumatera diprediksi umumnya cerah berawan.

“Suhu udara rata-rata di wilayah Sumut diprediksi cukup panas khususnya di wilayah dataran rendah, pantai dan perkotaan dengan suhu berkisar antara 26-36 derajat celcius, wilayah pegunungan dan dataran tinggi berkisar antara 18 hingga 27 derajat celcius,” ungkap Martha.

Atas kondisi ini BMKG Medan meminta masyarakat untuk mewaspadai kondisi angin kencang yang bersifat panas dan kering.

“Waspada angin kencang yang bersifat panas dan kering di wilayah Langkat, Karo, Deli Serdang, Medan, Tapanuli Selatan, Padang Sidempuan, Labuhan Batu, Labuhan Batu Utara dan Padang Lawas Utara,” imbaunya.

Lebih lanjut, BMKG meminta masyarakat agar dapat bijak dalam penggunaan api yang dapat mengakibatkan kebakaran hutan, lahan dan pemukiman

“Masyarakat yang beraktifitas di luar ruangan agar menjaga kesehatan akibat kondisi yang panas dan kering,” kata Martha.

“Para pengendara berhati-hati terhadap angin kencang yang dapat membahayakan dalam berkendara,” sambungnya.(Rio)