Pemerintah Tambah Anggaran PC-PEN Jadi Rp744,75 Triliun

Fokusmedan.com : Kementerian Keuangan memutuskan menambah anggaran Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) tahun ini menjadi Rp744,75 Triliun. Anggaran ini naik 6,4 persen jika dibandingkan pagu anggaran sebelumnya yang dipatok Rp699,43 triliun.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, peningkatan anggaran tersebut sejalan dengan meningkatnya kebutuhan anggaran untuk penanganan lonjakan kasus Covid-19. Peningkatan utamanya diperuntukkan untuk bidang kesehatan dan perlindungan sosial.

“Untuk program penanganan covid-19 dan PEN sekarang dengan keputusan yang tadi telah disetujui oleh Bapak Presiden (Joko Widodo) akan naik menjadi Rp744,75 triliun,” katanya dalam Konferensi pers virtual, ditulis Minggu (18/7).

Jika dirinci alokasi anggaran terbesar masih untuk kesehatan, yakni mencapai Rp214,95 triliun. Jumlah itu naik dari anggaran yang disampaikan dalam sidang kabinet (sidkab) sebelumnya sebesar Rp193,9 triliun.

Anggaran baru itu telah menampung perkiraan tambahan untuk kenaikan klaim pasien Covid-19, penambahan rumah sakit darurat, hingga percepatan vaksinasi yang berkaitan dengan penebalan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dari intercept earmark TKDD.

“Anggaran kesehatan karena ada kenaikan jumlah pasien positif covid-18 kita akan tambah anggaran bidang kesehatan lagi,” jelasnya.

Kenaikan terbesar juga terjadi dalam alokasi anggaran untuk perlindungan sosial. Jumlah anggarannya mencapai Rp187,84 triliun atau naik Rp33,9 triliun dari sebelumnya Rp 153,86 triliun.

Penambahan anggaran perlindungan sosial merupakan respon pemerintah atas pelaksanaan PPKM darurat, dengan tambahan dilakukan untuk Bansos Tunai, Tambahan Penyaluran Kartu Sembako, Bantuan Beras, Perpanjangan Diskon Listrik dan Tambahan Pra Kerja.

Kemudian alokasi anggaran untuk insentif dunia usaha senilai Rp62,8 triliun. Lalu, terdapat tambahan Rp900 miliar dalam anggaran program prioritas, sehingga jumlahnya menjadi Rp117,94 triliun dari semula Rp117,04 triliun. Selanjutnya untuk anggaran insentif usaha masih sama yakni Rp62,8 triliun.

Adapun, anggaran dukungan usaha menengah, kecil, dan mikro (UMKM) serta korporasi tercatat berkurang Rp10,57 triliun, sehingga jumlahnya menjadi Rp161,2 triliun dari yang semula Rp171,77 triliun. “Anggaran untuk dukungan UMKM sedikit turun karena lebih pada kredit penjaminan kredit modal kerja, bukan pemberian bantuan tunai. Program prioritas tetap di Rp117,94 triliun,” tuturnya.

Sebelumnya, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegriarso memastikan, pagu anggaran Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021 masih berada di kisaran Rp699,43 triliun. Menurutnya tidak ada tambahan sekalipun ada beberapa pos yang mengalami adanya peningkatan anggaran.

“(Anggaran PEN) masih dalam pagu besaran yang jumlahnya Rp699,43 triliun. Hanya pengaturannya prioritas mana yang diberikan sektor kesehatan dan reafocusing dulu yang kita akan dahulukan,” katanya dalam dialog Bantuan Pemerintah di Masa PPKM Darurat, Kamis (15/7).(yaya)