24/06/2024 10:16
FOKUS MEDAN

Wali Kota Medan Sebut PPKM Darurat Berjalan Sesuai Rencana

Situasi PPKM Darurat di Medan. Ist

Fokusmedan.com : Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution mengatakan pelaksanaan PPKM Darurat di Kota Medan berjalan sesuai rencana. Kendati demikian dia mengatakan masih ada masyarakat yang belum mematuhi saat penyekatan.

Untuk itu, setelah tiga hari sosialisasi yang dilakukan baik kepada pemilik tempat usaha maupun mobilitas masyarakat, ke depan akan dilakukan tindakan tegas bagi yang masih melanggar.

“Ini adalah hari terakhir kita sosialisasi dan hari hari ke depan akan dilakukan tindakan lebih tegas oleh petugas di lapangan,” kata Bobby Nasution usai mengikuti telecomference dengan Presiden Joko Widodo di SMP 11 Medan, Rabu (14/7/2021).

Menurut Bobby, pada hari pertama pelaksanaan PPKM Darurat masih ditemukan pelaku usaha yang membuka usahanya dan mobilitas masyarakat masih tinggi.

Namun setelah dilakukan sosialisasi secara masif pada hari kedua, mobilitas masyarakat semakin berkurang dan pelaku usaha sudah banyak yang menaati.

“Memang banyak di lapangan yang mengatakan tidak mengetahui di hari pertama, itu kemudian kita lakukan sosialisasi dan pada hari kedua semakin banyak yang menaati dan hari ini sudah kita lihat mobilitas semakin berkurang dan selanjutnya ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat,” ungkapnya.

Bobby Nasution mengakui pada Selasa (13/7) terjadi lonjakan jumlah kasus terpapar Covid-19 di Sumut dan Kota Medan sebagai penyumbang angka terbanyak.

Angka tersebut melonjak seiring gencarnya tracing yang dilakukan saat pelaksanaan PPKM Darurat du Kota Medan.

“Seperti yang disampaikan tadi oleh pak Gubernur babwa penambahan kasus itu terjadi karena penambahan tracing yang kita lakukan terhadap warga sehingga jumlahnya bertambah. Untuk Kota Medan saja dalam seminggu saja ada sekitar 2000 tracing kita,” ujarnya.

Meski terjadi kenaikan jumlah kasus, lanjutnya, namun secara positifity rate Kota Medan menurun. Dari sebelumnya 3.01 menjadi 2,8 saat ini.

Dia mengatakan saat ini indikator penanganan Covi-19 ada pada positifity rate atau keterpakaian tempat tidur di rumah sakit. Saat ini ketersediaan tempat tidur di rumah sakit untuk penanganan Covi-19 masih mumpuni.

“Namun demikian angka 400 ini tidak boleh kita anggap biasa, ke depan tentu ini akan kita gencarkan di treatment yang ini menjadi tanggungjawab Pemko Medan melaksanakannya,” pungkasnya.(Rio)