22/06/2024 6:58
EKONOMI & BISNIS

Rupiah Ditutup Melemah Dipicu Kasus Harian Covid-19 yang Terus Cetak Rekor

Fokusmedan.com : Nilai tukar Rupiah ditutup melemah ke level Rp14.480 per USD dibanding penutupan sebelumnya di level Rp14.463 per USD. Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang Rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp14.410 hingga Rp14.530 per USD.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan, pelaku pasar merespons negatif rilis pertambahan kasus Covid-19 harian yang terus menerus mencetak rekor. Bahkan hingga menduduki ranking pertama pertambahan kasus Covid-19 global di atas Brasil dan India.

“Indonesia memang belum bisa lepas dari tahap kritis akibat ledakan kasus Covid-19 yang telah terjadi beruntun dalam 3 pekan terakhir. Tercatat pada hari Selasa (13/7), kasus baru positif Covid-19 terus meroket dan menciptakan rekor baru,” ujarnya dalam riset harian, Jakarta, Rabu (14/7).

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, sejak kemarin lusa pukul 12.00 hingga kemarin pukul 12.00, kasus baru Covid-19 bertambah 47.899 pasien. Hari ini menggenapi kelamnya data kasus Covid-19 pekan ini yang terus mencetak rekor beruntun.

“Rekor hari ini memecahkan rekor kemarin lusa yang menembus 40.427 kasus. Alhasil, hingga hari ini total konfirmasi positif di Indonesia menembus 2,615 juta kasus,” katanya.

Terus melesatnya kasus Covid-19 ini, kata Ibrahim, menyebabkan pemerintah akan memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Darurat hingga enam pekan. Namun kalau menengok negara tetangga yaitu Malaysia yang jumlah penduduknya relatif lebih sedikit di bandingkan Indonesia sudah melakukan lockdown selama 2 bulan akibat penyebaran pandemi covid-19 varian baru.

“Bisa saja Indonesia akan melakukan PPKM Mikro Darurat Minimal 3 bulan dari Juli-September 2021, inipun harus minta bantuan dari luar negeri karena pasokan vaksin yang kurang guna untuk memvaksin masyarakat Indonesia yang jumlahnya begitu banyak,” katanya.

Ibrahim menambahkan, hal ini tentu saja dapat memicu sentimen negatif bagi pasar keuangan dalam negeri karena dengan kasus Covid-19 yang berlarut-larut dan pergerakan masyarakat yang direm dengan PPKM Mikro Darurat.

“Di mana kemudian, mengakibatkan stagnasi konsumsi masyarakat apalagi Investasi membuat ekonomi mati suri yang mengakibatkan roda perekonomian berpotensi untuk macet sehingga pertumbuhan ekonomi berpotensi tergerus,” tandasnya.(yaya)