
Fokusmedan.com : Nilai tukar (kurs) rupiah twrhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak fluktuatif di perdagangan hari ini, Rabu (7/7). Pagi tadi, Rupiah dibuka di Rp14.485 per USD, melemah dibanding penutupan di perdagangan sebelumnya di Rp14.470 per USD.
Mengutip data Bloomberg, Rupiah melemah usai pembukaan ke Rp14.507 per USD, namun kembali menguat ke Rp14.490 per USD. Meski kembali melemah, namun Rupiah bergerak menguat tipis dan saat ini berada di Rp14.492 per USD.
Pengamat pasar uang Ariston Tjendra mengatakan, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta melemah seiring investor yang mencermati potensi dilakukannya kebijakan moneter ketat oleh The Fed ke depan. Rupiah mungkin berbalik melemah pada Rabu ini karena pelaku pasar mengantisipasi rilis notulen rapat kebijakan moneter bank sentral AS The Fed dini hari nanti.
“Notulen ini bisa memberikan indikasi potensi kebijakan moneter bank sentral AS akan lebih ketat ke depannya yang bisa mendorong penguatan dolar AS,” ujar Ariston dikutip Antara, Rabu (7/7).
Sementara dari dalam negeri, kasus baru harian COVID-19 yang terus naik dan memecahkan rekor, masih menjadi kekhawatiran pasar yang bisa menekan rupiah. “Bila terus naik, dikhawatirkan PPKM darurat akan berlangsung lebih lama dan ini akan menekan pertumbuhan ekonomi Indonesia,” kata Ariston.
Pada Selasa (6/7), jumlah kasus baru COVID-19 mencapai 31.189 kasus, rekor baru kasus harian di Tanah Air, sehingga total kasus terkonfirmasi positif COVID-19 menjadi 2.345.018 kasus. Pagi ini, pasar juga menunggu data cadangan devisa Bank Indonesia.
“Data yang menunjukkan cadangan devisa masih bertahan di level tinggi, bisa menahan pelemahan rupiah,” ujar Ariston.
Ariston mengatakan rupiah pada Rabu ini berpotensi bergerak melemah ke arah Rp14.520 per USD dengan potensi support di kisaran Rp14.450 per USD.(yaya)
