
Fokusmedan.com : Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Sardjito, Rukmono Siswishanto, membantah informasi soal rumah sakit kehabisan stok oksigen dan diduga menyebabkan enam pasien Covid-19 meninggal dunia.
“Meninggal (pasien) bukan karena oksigennya, tapi karena berat-berat dan memang kita fokuskan di Sardjito kasus yang berat. Tingkat kematiannya memang tinggi,” katanya dilansir Kompas.com, Minggu (4/7/2021).
Dirinya juga menjelaskan, pihaknya terus memantau pasokan oksigen di rumah sakit bagi para pasien Covid-19.
“Bukan kehabisan, ini lagi menunggu pasokan sedang dalam perjalanan,” kata dia.
“Tiba mungkin tengah malam kita masih tunggu karena ada beberapa kendaraan yang datang dari Kendal maupun Gresik,” tambahnya.
Informasi tersebut sempat viral di media sosial setelah anggota DPRD DI Yogyakarta, Muhammad Yazid, mengatakan bahwa stok oksigen di RSUP dr Sardjito habis.
Saat dikonfirmasi, Yazid mengaku mendapat informasi dari relawan yang enggan dia sebutkan namanya, Sabtu (3/7/2021).
“Ya saya dengar dari relawan di lapangan, barusan memberikan kabar bahwa RSUP Sardjito kehabisan oksigen. Ini kita sayangkan, karena ini tragedi kemanusiaan. Artinya, pemerintah mestinya tanggung jawab mestinya,” katanya saat dihubungi wartawan, Sabtu.
Selain itu, kata Yazid, terdapat puluhan pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sangat membutuhkan oksigen medis.
“Saya sudah konfirmasi teman-teman di Sardjito yang saya dengar ada 6 pasien meninggal sedangkan sekarang ada di IGD (perawatan) 20-an,” ujarnya.
Terkait kondisi pandemi Covid-19 saat ini, Yazid meminta pemerintah daerah untuk lebih serius, terutama terkait penanganan pasien Covid-19.
“Terutama pemerintah daerah harus antisipasi. Kami sudah berkali-kali mengingatkan bahkan 2 minggu yang lalu, sebelum Covid-19 varian B.1.617 ini masuk Yogyakarta. Supaya sudah siap termasuk ketersediaan salah satunya oksigen,” ujarnya.(ng)
