
Fokusmedan.com : Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Sumatera Utara (Sumut) DR H Rahmat Shah mengatakan, kebutuhan darah di masa pandemi Covid-19 naik dua kali lipat dibanding sebelum pandemi. Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk tidak takut mendonorkan darahnya meski saat pandemi seperti ini.
“Banyak isu berkembang, kalau mendonorkan darah saat ini maka akan terpapar Covid-19. Itu tidak benar, WHO sudah menjelaskan bahwa tidak ada penularan Covid-19 melalui darah,” katanya disela kegiatan donor darah di lantai 15 Stellar Party garden Vasaka The Reiz Condo Medan, Kamis (1/7/2021).
Dijelaskan Rahmat Shah, prosedur untuk berdonor di PMI sangat ketat, baik dari sisi protokol kesehatan Covid-19 ataupun sterilisasi tempat untuk berdonor. Dengan begitu, kata dia, pendonor akan merasa lebih aman dan nyaman.
Untuk kebutuhan darah di Kota Medan, kata dia, dalam sebulan membutuhkan sekitar 500-1.000 kantong darah. Dan stok darah di PMI Medan dalam sebulan 500-1.000 kantong darah tetap terjaga karena daerah lain juga butuh disuplai.
“Tapi Alhamdulillah, kerjasama TNI-Polri, komunitas dan perusahaan lainnya membuat stok darah dapat tetap terjaga. Dan hari, ada tambahan darah dari pihak Vasaka The Reiz Condo Medan, kami sangat mengapresiasi dan menyambut baik kegiatan positif ini karena Kota Medan sangat membantu stok darah,” ujarnya.
Public Relations Vasaka The Reiz Condo Medan, Lidya Tamara mengatakan, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Kota Medan ke-431, pihaknya menggelar donor darah. Selain sebagai rasa syukur, mereka ingin mengajak penghuni dan pemilik apartemen di Jalan Tembakau Deli No 1, Kesawan, Kecamatan Medan Baru ini mendonorkan darahnya untuk membantu stok darah di Kota Medan.
“Ini merupakan kali kedua setelah sebelumnya digelar pada 2019. Dan ini memang digelar secara eksklusif sehingga para peserta yang mengikuti hanya para penghuni apartemen ini dan tidak terbuka secara umum. Diharapkan penghuni si sini bisa saling mengenal satu dengan yang lainnya. Ke depan, kegiatan ini direncanakan akan dibuat rutin per tiga bulan sekali,” pungkasnya.
Dalam kegiatan donor darah ini, Lidya menuturkan, target yang ingin dicapai sekitar 20 kantong darah.
“Penghuni di tempat ini sudah ada sekitar 80 persen. Dalam kegiatan ini para penghuni kami lihat sangat antusias untuk mengikuti donor darah,” ujarnya.
Selanjutnya ia menyatakan, rata-rata usia peserta yang mendonorkan darah paling banyak antara 25 sampai 30. Acara ini pun tak luput dari protokol kesehatan yang lengkap seperti pengecekan suhu tubuh, penyediaan hand sanitizer, physical distancing, cek tensi darah, dan juga cek hemoglobin.(ng)
