Perbankan Syariah Sumut Bertumbuh Double Digit di Tengah Pandemi

Perbankan Syariah di Sumut tetap tumbuh saat pandemi. Ist

Fokusmedan.com : Kontribusi semua sektor, termasuk ekonomi dan keuangan Syariah sangat diperlukan dalam percepatan pemulihan ekonomi secara nasional maupun Sumatera Utara (Sumut) secara khusus. Di tengah pandemi saat ini, sektor perbankan Syariah di Sumut tetap mampu bertumbuh cukup tinggi.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional
5 Sumatera Bagian Utara menyebutkan, per April 2021, aset perbankan Syariah yang terdiri dari 8 Bank Umum Syariah dan 8 Unit Usaha
Syariah mencapai Rp17,12 triliun dengan pertumbuhan 13,69% secara year on year
(y-o-y). Dana Pihak Ketiga (DPK) dan Pembiayaan yang Disalurkan (PYD) juga
mencatatkan pertumbuhan y-o-y positif double digit yang melebihi pertumbuhan
perbankan syariah nasional.

DPK tercatat bertumbuh 14,92% (nasional 14,16%) menjadi Rp16,48 triliun dan PYD bertumbuh 10,77% (nasional 7,85%) menjadi
Rp13,28 triliun. Sementara itu, jumlah rekening DPK mencapai 1.545.645 dan rekening PYD mencapai 292.052. Jumlah rekening DPK dan PYD mengalami peningkatan yang stabil selama 4 tahun terakhir.

Market share aset syariah mencapai sebesar 5,98% dari total aset bank umum di Sumatera Utara, sementara share DPK sebesar 6,13% dan PYD sebesar 6,15%.

Berbeda dengan aset dan DPK, market share PYD justru menunjukkan peningkatan dibanding Desember 2020 yang tercatat sebesar 5,92%, dan stabil meningkat selama 4 tahun terakhir.

Fungsi intermediasi perbankan syariah juga menunjukkan peningkatan tercermin
dari financing to deposit ratio (FDR) yang meningkat dari 77,90% pada Desember
2020 menjadi 80,60% pada April 2021.

Rasio beban operasional terhadap
pendapatan operasional (BOPO) tercatat sebesar sebesar 80,01% di April 2021,
membaik dibanding Desember 2020 sebesar 95,69%. Hal ini menunjukkan bahwa
kinerja operasional perbankan umum Syariah semakin efisien.

“Pertumbuhan konsisten perbankan syariah di Sumatera Utara baik dari sisi aset, DPK, dan PYD sejalan dengan visi dalam Roadmap Pengembangan Perbankan Syariah Indonesia yaitu Mewujudkan perbankan syariah yang resilient, berdaya saing tinggi dan berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional dan pembangunan sosial,” ujar Deputi Direktur Manajemen Strategis, Edukasi dan Perlindungan Konsumen, dan Kemitraan Pemerintahan Daerah Kantor OJK Regional 5 Sumatera Bagian Utara, Andi Muhammad Yusuf melalui siaran tertulis, Rabu (9/6/2021).(ng)