Pamerkan Batik hingga Tas Kulit di Afrika, UMKM Jabar Tembus Pasar Namibia

Pelaku UMKM asal Jawa Barat bidik pasar Afrika Selatan. Dok Tim Fungsi Pensosbud KBRI Windhoek

Fokusmedan.com : Pandemi Covid-19 tak menjadi penghalang bagi pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) asal Jawa Barat (Jabar) menembus pasar mancanegara.

Sebanyak 12 UMKM Jabar di bawah naungan Association of Exporters and Producers of Indonesian Handicraft (ASEPHI) atau Asosiasi Exportir dan Produsen Kerajinan Indonesia memamerkan produk kerajinan di Windhoek,
Namibia, Afrika, dalam perhelatan bertajuk “From Village to Global Market” yang berlangsung sejak 18 Mei-10 Juni 2021 di pusat produk UMKM Namibia, Omba Gallery.

Pameran produk UMKM Indonesia tersebut merupakan kolaborasi antara Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Windhoek, ASEPHI Jabar, dan Namibian Craft Center.

Duta Besar (Dubes) RI Windhoek Wisnu Edi Pratignyo mengatakan, pameran tersebut merupakan ajang perkenalan produk UMKM Indonesia kepada masyarakat Namibia dan warga asing yang berada di Namibia.

“Melalui pameran ini, kami berharap dapat membuka jalan dan peluang bagi UMKM Indonesia untuk menembus pasar Afrika, khususnya Namibia,” ujar Wisnu dalam keterangan resmi di laman Kompas.com, Minggu (6/6/2021).

Pada kesempatan tersebut, UMKM Indonesia di Kota Windhoek menampilkan beragam produk kerajinan, mulai dari baju batik, produk sulam, asesoris, perhiasan wanita, keramik, tas kulit, hingga sepatu.

Ke depannya, KBRI Windhoek mengaku berencana untuk mempromosikan produk UMKM asal Jabar tersebut di ajang pameran lainnya di Namibia.

Pameran-pameran tersebut di antaranya adalah Ongwediva Trade Fair pada akhir Agustus 2021 dan promosi seni budaya KBRI dalam bentuk batik workshop dan fashion show pada awal Juli 2021.

Bak gayung bersambut, pameran yang diinisiasi KBRI itu direspons positif  Expert Coordinator Omba Gallery, Jurgen Werz.

Jurgen mengatakan, Omba Gallery terbuka untuk berbagai bentuk promosi. Tidak hanya produk kerajinan, tetapi juga seni dan budaya.

“Kami puas bekerja sama dengan Indonesia. Ke depannya, kami berharap dapat menjalin kolaborasi yang lebih erat dengan KBRI dalam upaya peningkatan keahlian para pengrajin,” terangnya.(ng)