Kementerian BUMN Minta Kimia Farma Buat SOP Penggunaan Rapid Antigen

Fokusmedan.com : Kementerian BUMN, meminta Kimia Farma untuk membuat standar operasional (SOP) dalam pelayanan rapid tes antigen. Penugasan ini bertujuan untuk menjaga masyarakat terhadap penggunaan alat rapid tes antigen bekas

“Dibuatnya SOP yang memang bisa menjaga masyarakat terhadap penggunaan rapid antigen,” kata Staf Ahli Menteri BUMN, Arya Sinulingga kepada wartawan, Jakarta, Minggu (16/5).

Adanya SOP ini diharapkan bisa mengembalikan kepercayaan tentang keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam penggunaan alat rapid tes antigen. SOP tersebut juga harus disosialisasikan Kimia Farma kepada masyarakat.

“Kimia Farma juga harus melakukan sosialisasi SOOP ini agar masyarakat ketika melakukan rapid antigen ini bisa nyaman dan akan lebih terlindungi,” kata dia.

Sebagai informasi, Kementerian BUMN memecat seluruh direksi Kimia Farma Diagnostika (KFD). Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut atas kasus antigen bekas yang terjadi di Bandara Kualanamu, beberapa waktu lalu.

Menteri BUMN Erick Thohir mengeluarkan surat pemecatan pada seluruh direksi. Dia menegaskan hal yang terjadi di Kualanamu adalah persoalan yang mesti direspons secara profesional dan serius.

“Setelah melakukan pengkajian secara komprehensif, langkah (pemberhentian) ini mesti diambil. Selanjutnya, hal yang menyangkut hukum merupakan ranah dari aparat yang berwenang,” kata Erick.(yaya)