Produksi Melimpah, Permintaan Kacang Tanah Masih “Melempem”

Jelang Lebaran harga komoditas kacang tanah mulai merangkak naik. Ist

Fokusmedan.com : Jelang Lebaran harga kacang tanah di sejumlah pasar di Medan mulai merangkak naik. Meski stok komoditas ini sudah “banjir” di pasaran, namun bisnis kacang tanah masih sepi.

Seorang pedagang di Pusat Pasar Medan, Agung mengatakan, harga kacang tanah masih berkulit Rp22.000 per Kg dan kacang tanah kupas Rp24.000 per Kg. Biasanya, lanjutnya, konsumen membeli kacang tanah untuk dibuat kacang tojin dan kue lainnya.

“Meski sudah mau Lebaran, penjualan kacang tanah masih minim sampai saat ini,” katanya, Kamis (29/4/2021).

Untuk stok, tambah dia, selain lokal juga ada yang impor. Beda kacang lokal dengan impor hanya saja kacang impor warnanya agak maron ukurannya besar dan padat sedangkan kacang lokal warnanya agak putih muda.

Kacang tanah lokal dari Sumut sudah sulit ditemukan  dan yang banyak dijual saat ini kacang tanah impor. Kacang tanah disebut-sebut produksinya rendah, karena para petani di Sumut enggan menanam kacang tanah, padahal harga jualnya lumayan mahal di atas Rp 20.000 per Kg.

Sementara itu Kasubag Program Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Sumatera Utara, Yuspahri Perangin-angin mengatakan, produksi kacang tanah di Sumut melebihi dari kebutuhan konsumsi di propinsi ini.

Disebutnya, produksi kacang tanah tahun 2020  mencapai 5.738 ton dari hasil panen seluas 4.208 hektar. Hasil per hektar rata-rata 1,36 ton .

Sedangkan kebutuhan konsumsi kita sebanyak 3.708 ton. Diyakininya kacang tanah yang dijual di pasar-pasar tradisional maupun pasar mewah merupakan produk lokal Sumut.

Sedangkan produksi kacang tanah Januari-Maret 2021 sebanyak 782 ton dari hasil panen seluas 641 hektar.

“Rata-rata produksi kacang tanah 1,22 ton per hektar, ujarnya.

Daerah sentra kacang tanah di Sumut yakni Kabupaten Dairi 167 ton, Langkat 106 ton, Madina 128 ton,  Simalungun 82 ton, Humbahas 63 ton, Tapsel 52 ton, Taput 43 ton.(ng)