BI Sumut Prediksi Perekonomian Sumut di Triwulan I 2021 akan Lebih Baik

BI Sumut prediks ekonomi Sumut di Triwulan I-2021 akan lebih baik. Ist

Fokusmedan.com : Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan (KPw) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) memprediksi pertumbuhan ekonomi Sumut pada triwulan I-2021 diperkirakan akan lebih baik dibandingkan triwulan IV-2020 yang mengalami -2,94% (kontraksi 2,94%) secara year on year (yoy).

Deputi Kepala KPw Provinsi Sumut, Ibrahim menyebutkan, proses recovery pertumbuhan ekonomi Sumut masih terus berjalan dan diharapkan dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik. Namun, lanjutnya, tidak sekuat dengan apa yang diperkirakan sebelumnya.

“Diperkirakan pertumbuhan ekonomi triwulan I-2021 akan lebih baik dari triwulan sebelumnya, dengan pertumbuhan di kisaran mendekati angka 0. Artinya ada perbaikan dari -2,94% atau kontraksi 2,94% (triwulan IV-2020), ke kisaran mendekati zero persen (0%). Syukur-syukur bisa positif dan harapan kami recovery-nya menuju positif,” ujar Ibrahim dalam acara Bincang Bareng Media (BBM), Kamis (15/4).

Ibrahim menyebutkan, ada beberapa indikator yang menunjukkan adanya perbaikan ekonomi Sumut pada triwulan I-2021, antara lain dari Konsumsi Rumah Tangga yang menunjukkan adanya perbaikan.

“Konsumsi swasta pada triwulan I diperkirakan mengalami peningkatan terutama pada konsumsi sub transportasi, komunikasi dan restoran serta makanan dan pakaian. Perbaikan tersebut didukung oleh beberapa indikator seperti google mobility index dan TPK seiring dengan pelonggaran program pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) serta perayaan HBKN Imlek dan tahun baru 2021,” jelasnya.

Indikator lainnya, lanjut Ibrahim, adanya kinerja investasi 2021 yang juga diperkirakan meningkat. Hasil liaison BI mengindikasikan aktivitas usaha yang m ulai pulih tercermin dari peningkatan investasi di tahun 2021, khususnya untuk industri karet, kimia dan farmasi, industri makanan dan minuman, dan PBE (Pedagang Besar Eceran).

Sementara sektor konstruksi belum pulih menyusul proyek PSN tahun 2021 yang lebih sedikit dibandingkan tahun lalu, serta pola seasonal serapan anggaran yang masih sangat terbatas pada kuarter pertama.

Selain itu, indikator konsumsi pemerintah menunjukkan, pagu pendapatan dan belanja pemerintah Sumut meningkat pada 2021 dengan masing-masing peningkatan 4,3% dan 14,4% dari tahun sebelumnya.

“Peningkatan belanja yang lebih tinggi menyebabkan defisit fiskal meningkat menyusul prospek insentif perpajakan yang masih terbatas. Di luar gaji dan hibah, alokasi belanja APBD Sumut 2021 akan difokuskan untuk pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pertanian dan pariwisata, serta ketenagakerjaan. Namun, hingga Februari 2021, realisasi pendapatan dan belanja tercatat lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Sementara itu, dari sisi ekspor Triwulan I masih melambat. Kinerja ekspor triwulan I-2021 menunjukkan penurunan tercermin dari net ekspor yang melambat dibandingkan triwulan sebelumnya didorong oleh penurunan permintaan Tiongkok.

Di sisi lain, impor sebagai faktor pengurang, juga tercatat meningkat diindikasi terkait dengan optimisme pelaku usaha dan masyarakat yang mulai membaik. Capaian ini mendorong net ekspor tumbuh melambat, namun masih relatif tinggi mencapai 36% (yoy).

BI Optimis, perekonomian triwulan I-2021 diperkirakan tumbuh lebih tinggi dari triwulan sebelumnya didukung oleh optimisme pelaksanaan program vaksinasi. Sedangkan prospek ekonomi Sumut 2021 diperkirakan tumbuh pada rentang 4-5%. Dari sisi permintaan, perbaikan terjadi pada komponen ekspor seiring dengan pemulihan ekonomi di negara-negara mitra dagang.

Selain itu, impor diperkirakan menguat sejalan dengan perbaikan industri akibat aktivitas domestik yang meningkat dan perbaikan pertumbuhan konsumsi rumah tangga. Namun, kinerja konsumsi pemerintah diperkirakan menurun karena realisasi belanja yang umumnya belum optimal di awal tahun.

“Dari sisi lapangan usaha, pertanian, industri pengolahan, perdagangan, dan pariwisata diperkirakan akan membaik. Hal ini didorong oleh optimisme pemulihan ekonomi pasca program vaksin. Secara keseluruhan tahun 2021, pertumbuhan ekonomi diperkirakan lebih tinggi, dimana penanganan pandemi yang semakin baik serta keberhasilan program vaksinasi sebagai game changer pemulihan perekonomian Sumut,” pungkasnya.(ng)