14/07/2024 14:28
EKONOMI & BISNIS

Luas Panen Padi di Sumut Capai 41,49 Ribu Hektar di Januari 2021 Ini

Ilustrasi area padi di Sumut. Ist

Fokusmedan.com : Hasil Survei Kerangka Sampel Area (KSA), realisasi panen padi di Sumatera Utara (Sumut) sepanjang Januari hingga Desember 2020 sebesar 388,59 hektar. Angka itu mengalami penurunan sekitar 24,55 ribu hektar (5,94 persen) dibandingkan 2019 yang mencapai 413,14 ribu hektar.

Puncak panen padi pada 2020 sama dengan 2019. Pada 2020, puncak panen terjadi pada bulan Februari, yaitu mencapai 294,78 ribu hektar, sementara, puncak panen pada 2019 terjadi pada bulan Februari, yaitu sebesar 283,92 ribu hektar.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sujut, Syech Suhaimi mengatakan, luas panen padi pada Januari 2021 mencapai 41,49 ribu hektar. Dan potensi panen sepanjang Februari hingga April 2021 diperkirakan seluas 144,52 hektar.
“Dengan demikian, total potensi luas panen padi pada subround Januari-April 2021 mencapai 186,01 hektar. Atau mengalami kenaikan sekitar 21,31 ribu hektar (12,95 persen) dibandingkan subround Januari- April 2020 sebesar 164,69 juta hektar,” katanya, Rabu (3/3/2021).

Syech Suhaimi menjelaskan, produksi padi di Sumatera Utara sepanjang Januari hingga Desember 2020 sekitar 2,04 juta ton gabah kering giling (GKG), atau mengalami penurunan sekitar 38,40 ribu ton (1,85 persen) dibandingkan 2019 yang sebesar 2,07 juta ton GKG.

Produksi padi tertinggi pada 2020 terjadi pada bulan Februari, yaitu sebesar 294,79 ribu ton sementara produksi terendah terjadi pada bulan Desember, yaitu sebesar 72,49 ribu ton. Hal yang sama dengan produksi pada 2020, produksi tertinggi pada 2019 terjadi pada bulan Februari, yaitu sebesar 283,92 ribu ton.

“Secara total luas panen padi pada 2020 menurun dibandingkan 2019, produksi padi juga menurun pada 2020,” kata Syech Suhaimi.

Jika dilihat menurut subround, lanjut Syech Suhaimi, terjadi penurunan produksi pada subround Januari-April dan September-Desember 2020, yaitu masing-masing sebesar 11,57 ribu ton GKG (1,35 persen) dan 54,47 ribu ton GKG (9,59 persen) dibandingkan periode yang sama pada 2019.

Penurunan produksi tersebut disumbang oleh penurunan luas panen yang terjadi pada subround Januari-April sebesar 9,85 ribu hektar (5,65 persen), subround Mei-Agustus sebesar 0,19 ribu hektar (0,15 persen) dan pada subround September-Desember yang sebesar 24,55 ribu hektar (5,94 persen).

Jika dilihat menurut kabupaten/kota, kenaikan produksi padi yang relatif besar pada 2020 terjadi di Kabupaten Serdang Bedagei, Kabupaten Langkat, dan Kabupaten Labuhanbatu Utara. Tiga kabupaten/ kota dengan total produksi padi (GKG) tertinggi pada 2020 adalah Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagei, dan Kabupaten Simalungun.

Sementara itu, tiga kabupaten/kota dengan produksi padi terendah adalah Kota Tanjungbalai, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, dan Kota Tebingtinggi. Sementara itu, produksi padi pada Januari 2021 sebesar 218,53 ribu GKG, dan potensi produksi sepanjang Februari hingga April 2021 mencapai 735,88 ribu ton GKG.

Dengan demikian, total potensi produksi padi pada subround Januari-April 2021 diperkirakan sebesar 954,41 juta ton GKG, atau mengalami kenaikan sekitar 106,55 ribu ton (12,57 persen) dibandingkan subround yang sama pada 2020 yang sebesar 847,85 ribu ton GKG.

Sedangkan tiga kabupaten/kota dengan potensi produksi padi (GKG) tertinggi pada Januari hingga April 2021 adalah Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagei, dan Kabupaten Simalungun. Sementara itu, tiga kabupaten/kota dengan potensi produksi padi terendah pada periode yang sama adalah Kota Tanjungbalai, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, dan Kota Tebingtinggi.

Potensi kenaikan produksi padi yang relatif besar pada subround Januari-April 2021 dibandingkan subround yang sama pada 2020 terjadi di Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Toba, dan Kabupaten Deli Serdang. Sementara itu, potensi penurunan produksi padi pada subround Januari-April 2021 yang relatif besar terjadi di Kabupaten Labuhanbatu Utara, Kabupaten Langkat, dan Kabupaten Asahan.(ng)