14/07/2024 15:00
NASIONAL

Hujan Es Terjadi di Nganjuk dan Sleman

Hujan es yang turun di Bangunkerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman. Kompas.com

Fokusmedan.com : Hujan es melanda sejumlah daerah seperti Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Nganjuk, Jawa Timur, Selasa (2/3/2021). Di Nganjuk, peristiwa hujan es terekam dalam sebuah video dan viral di media sosial. Sedangkan di Sleman, butiran es yang turun berukuran sebesar kelereng.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan membenarkan fenomena hujan es terjadi di Bangunkerto, Turi, Sleman sekitar pukul 15.00 WIB. Butiran es yang turun bersama hujan, kata Makwan, berukuran sebesar butiran kelereng.

“Tadi terjadi hujan es di Bangunkerto,” kata dia melansir Kompas.com, Rabu (3/3/2021)

Hujan es di Sleman berlangsung tidak terlalu lama dan hanya berlangsung selama beberapa menit saja.
“Tapi tidak lama, sekitar 5-10 menit saja, tidak ada dampak yang ditimbulkan,” tutur dia.

Hujan butiran es juga terjadi di Kecamatan Gondang, Nganjuk, Jawa Timur, Selasa (2/3/2021) sore. Hujan es terjadi di tiga desa di Kecamatan Gondang yakni Pandean, Balunggebang dan Gondangkulon sekitar pukul 15.15 WIB.

Peristiwa hujan es tersebut terekam dalam sebuah video dan viral di media sosial Facebook.
Kejadian ini juga sempat menghebohkan warga karena tidak pernah terjadi sebelumnya.

“Oh ya, benar. Tadi sekitar jam 15.15 WIB. Jadi ketika hujan turun langsung disertai butiran es dan juga disertai angin kencang,” kata Ikhwan.
“Benturan butiran es dengan atap terutama dengan seng tadi suaranya keras,” jelas dia.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas III Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sawahan Nganjuk Mohammad Chudori menjelaskan, butiran es itu terbentuk melalui kondensasi uap air yang sangat dingin di atmosfer. Pembentukan terjadi di lapisan di atas titik beku.

“Awan yang tinggi puncaknya melebihi titik beku ini akan memiliki bagian atas yang suhunya lebih rendah dari nol derajat celcius, sehingga awan tersebut mempunyai peluang sangat besar memproduksi es,” kata Chudori.

“Saat awan sudah tak mampu lagi menampung akhirnya turun hujan, maka butiran atau bahkan gumpalan es juga ikut jatuh ke permukaan bumi,” tuturnya.(ng)