12/07/2024 19:23
SUMUT

Kronologi Begal Sadis Bunuh Pasutri di Binjai! Tersangka : ‘Wak Bentar Wak, Minta Tolong’

Pelaku begal sadis yang merenggut nyawa Pasutri di Binjai. Ist

Fokusmedan.com : Personel Satreskrim Polres Binjai mengungkap kasus pembunuhan disertai perampokan yang merenggut nyawa pasangan suami istri (Pasutri) di perkebunan tebu PTPN II Kelurahan Tunggurono Kecamatan Binjai Timur, Senin (22/2/2021) kemarin.

Setelah melakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan, polisi akhirnya membekuk pelakunya.

Adalah Sulistiono alias Sulis (24) tersangka begal sadis yang tega menghabisi nyawa Pasutri bernama Sugianto (56) dan Astuti (59) warga Desa Sei Mencirim Dusun 7 Kampung Banten Kecamatan Kutalimbaru.

Belakangan terkuak, motif tersangka yang rumahnya tak jauh dari rumah korban, tega membunuh dan merampok kedua korban hanya karena kehabisan uang.

Kapolres Binjai AKBP Romadhoni Sutarjo kepada wartawan Selasa (2/3/2021) menjelaskan adapun kronologi pembunuhan sadis ini bermula ketika tersangka berangkat dari rumahnya Dusun IX Desa Sei Mencirim Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang menaiki truk mengarah ke Binjai.

“Senin (22/2/2021) pagi, tersangka berangkat dari rumahnya dusun IX Sei dengan mengemudikan dump truk BK 8680 CQ,” ujarnya kepada wartawan.

Sesampainya di lokasi kejadian tepatnya di kebun tebu Jalan Gajah Mada Kelurahan Tunggurono Kecamatan Binjai Timur, truk yang dikemudikan tersangka kehabisan minyak.

“Disitulah timbul niat tersangka untuk melakukan pencurian,” ungkap Kapolres.

Selanjutnya, sambung Romadhoni menjelaskan, tersangka menghentikan truknya dengan mematikan mesin kemudian turun dari mobil sembari menunggu orang yang lewat.

“Lokasi kejadian jauh dari pemukiman penduduk dan masih sunyi serta gelap, ungkapnya.

Wak Bentar Wak, Minta Tolong

Tak lama berselang, kedua korban lalu melintas di lokasi mengendarai sepeda motor Honda Vario BK 6812 AFS. Kapolres melanjutkan tersangka yang berdiri di samping truknya lalu meminta tolong kepada kedua korban.

“Wak, bentar Wak, minta tolong, mobilku gak bisa di start,” ujar Kapolres menirukan perkataan tersangka kepada korban.

Pasutri yang baik hati ini sama sekali tidak menyangka, kalau orang yang hendak ditolongnya ini merupakan pelaku kejahatan yang bersiasat, sifatnya melebihi iblis.

“Korban berhenti dan memarkirkan sepeda motornya di samping mobil tersangka, kemudian korban Sugianto menghampiri tersangka dan tersangka mengatakan batere gak bisa start,” ungkap Romadoni.

Singkat cerita, begitu korban Sugianto lengah, tersangka langsung menghantamkan pundak korban dari belakang dengan menggunakan besi bugel sebanyak tiga kali.

Korban Sugianto sempoyongan dan masuk kedalam parit kemudian istrinya berteriak “Jangan” sambil berjalan menghampiri tersangka.

Tak ada belas kasihan, tersangka juga memukuli wanita tua ini secara berulang-ulang. Setelah memastikan kedua korban tewas, tersangka lalu menyeretnya ke dalam parit.

“Lalu tersangka mengambil dompet Sugianto dari kantong celananya selanjutnya menggeserkan sepeda motor korban ke kebun tebu berjarak 25 meter sedangkan barang belanjaan korban dimasukkan ke dalam truk, barang belanjaannya dijual seharga Rp70 ribu kepada seseorang yang tidak dikenal,” kata AKBP Romadhoni.

Kamis (24/2/2021) pagi tersangka lalu mengambil sepeda motor Honda Vario BK 6812 AFS yang sebelumnya tersangka titipkan dengan membayar uang titipan sebesar Rp 10 ribu.

“Tersangka menggadaikan sepeda motor tersebut ke Andran Martin Sihombing (penadah) seharga Rp 2.100.000, dan tersangka pergunakan uangnya untuk membeli 1 unit HP merk Tenco di konter Perbaungan seharga Rp 1.300.000,” beber Kapolres.

Hingga akhirnya polisi yang melakukan penyelidikan membekuk tersangka di kawasan Batubara. Kedua kakinya jebol ditembak.

Tersangka dijerat dengan Pasal 340 subs Pasal 338, Pasal 365 ayat 3 KUHPidana, dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara atau seumur hidup.

(Rio)