23/07/2024 3:20
INTERNASIONAL

Vaksin Pfizer Terbukti Efektif 98.9 Persen, Israel Longgarkan Lockdown

Israel mengungkap vaksin Pfizer efektif mengurangi penularan virus corona. AFP

Fokusmedan.com : Israel melonggarkan aturan kuncian dan batasan di tengah pandemi Covid-19 setelah vaksin Pfizer terbukti efektif 98.9 persen dalam mencegah pasien dirawat di RS dan mengurangi angka kematian.

Mulai Minggu (21/2/2021), toko-toko dan perpustakaan sudah bisa dibuka namun aturan jaga jarak dan pemakaian masker masih diwajibkan.

Kementerian Kesehatan Israel mengatakan bahwa tindakan itu adalah tahap awal dari kembali pada rutinitas normal.

Sejauh ini, Israel diketahui sebagai negara yang mengampanyekan vaksin Covid-19 secara holistik dan cepat. Lebih dari 49 persen warga Israel telah menerima setidaknya 1 dosis pertama.

Israel sendiri telah menerapkan lockdown atau kuncian negara yang ketiga kali pada 27 Desember setelah kasus infeksi virus corona mulai meningkat lagi.

Selain pusat belanja, fasilitas publik lain juga dibuka seperti pusat kebugaran, hotel, dan sinagoge (tempat ibadah umat Yahudi).

Namun, longgarnya aturan kini bukan berarti warga Israel bebas berkeliaran tanpa paspor hijau. Paspor tersebut menunjukkan bahwa seseorang sudah divaksinasi.

Paspor tersebut didapatkan dalam aplikasi yang dikeluarkan Kemenkes Israel dan akan berlaku selama 6 bulan, 1 minggu setelah dosis kedua.

Selain berolahraga di tempat publik, konser juga diperbolehkan dengan kapasitas 75 persen, tidak lebih dari 300 orang di dalam dan 500 orang di luar ruangan.

Sementara itu, meski aturan sudah mulai longgar, bandara Israel akan tetap ditutup selama 2 pekan lagi.

Pada Sabtu, Kemenkes Israel mengatakan bahwa penelitian mengungkapkan risiko penyakit akibat virus telah turun 95,8 persen di kalangan mereka yang sudah divaksin kedua dosis Pfizer.

Kemenkes juga menemukan bahwa vaksin tersebut 98 persen efektif dalam mencegah demam atau masalah pernapasan.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu
mengatakan, dia berharap 95 persen orang Israel yang berusia di atas 50 tahun dapat divaksinasi selama dua minggu ke depan.

Awal pekan ini, Jalur Gaza menerima dosis pertama vaksin tersebut setelah Israel menyetujui pemindahan vaksin melalui perbatasannya.

Pengiriman itu termasuk 2.000 dosis vaksin Sputnik V Rusia yang akan digunakan pada pasien yang telah menjalani transplantasi organ dan mereka yang mengalami gagal ginjal, ungkap seorang pejabat kepada kantor berita Reuters.

Momen itu terjadi ketika Kementerian Kesehatan Palestina membuat kesepakatan dengan Kementerian Kesehatan Israel untuk memvaksinasi 100.000 warga Palestina yang bekerja di negara itu.

Diperkirakan sekitar lima juta warga Palestina sejauh ini tengah menunggu vaksin mereka.(ng)