23/07/2024 2:43
FOKUS MEDAN

Polisi Tembak Dua Tersangka Narkoba Jaringan Man Batak

Kedua tersangka narkoba ditembak polisi. Ist

Fokusmedan.com : Personel Satres Narkoba Polres Labuhanbatu menembak dua orang tersangka sindikat bandar sabu Firman Pasaribu alias man batak.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan, melalui kasatres Narkoba AKP Martualesi Sitepu menerangkan, penangkapan pada Minggu (7/2/2021) dini hari secara terpisah.

“Kedua tersangka yang diringkus MZ alias Zuned (31), warga Padang Matinggi, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu yang berperan sebagai pengutip uang hasil penjualan narkoba, dan HT alias Ogut (43), warga yang sama sebagai kurir,” ujarnya, Senin (8/2/2021).

Lanjut mantan Kapolsek Kutalimbaru ini,
dari tersangka MZ, polisi sita barang bukti berupa bungkus plastik klip berisi sabu seberat 10,03 gram, dua unit handphone, serta sebuah pedang samurai.

“Sedangkan dari tangan HT disita dua bungkus sabu dengan berat 10,48 gram, satu unit sepeda motor, handphone dan uang tunai Rp 300 ribu. Total barang bukti sabu yang disita 52,77 gram,” ungkapnya.

Keduanya terpaksa ditindak tegas, lanjut Martualesi, lantaran saat saat pengembangan kasus berusaha melakukan perlawanan yang membahayakan jiwa petugas.

“Sehingga kami lakukan dengan tindakan tegas dan terukur. Di mana kaki kanan masing masing tersangka tertembak di lapangan,” terang Martualesi.

Lanjut dikatannya, tersangka MZ alias Zuned merupakan seorang residivis kasus narkotika dan jaringan lama Man Batak.

“Yang bersangkutan merupakan residivis yang pernah ditangkap Sat Narkoba Labuhanbatu tahun 2017 dan divonis 4 tahun. Ia bebas bulan April 2020 yang menurut tersangka dianya selama dipenjara dibiayai oleh Man Batak. Dan setelah keluar dari LP langsung gabung dalam sindikat narkoba itu,” ucapnya.

Sementara itu Ketua AL UIS (Aliansi Umat Dan Ormas Islam) Labuhanbatu, Ustad Supriadi Sarungpaet dan Ketua Granat Labuhanbatu Fahmi Lubis yang hadir saat konprensi pers di Satres Narkoba mengapresiasi pengungkapan dan penangkapan bandar narkoba Man Batak.

“Terimakasih yang sebesar besarnya kepada Kapolda Sumatera Utara, Direktur Narkoba Polda Sumut dan Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan dan jajarannya atas prestasi pengungkapan jaringan peredaran narkoba di Kota Rantau Prapat yang selama kurang lebih 10 tahun membuat resah masyarakat,” bebernya.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka dipersangkakan melanggar pasal 114 (2) Sub 112 (2) UU RI no.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

(Rio)