
Fokusmedan.com : Seorang bayi meninggal dalam upacara baptis di Gereja Ortodoks
Romania. Gereja tersebut menghadapi tekanan yang kian besar untuk mengubah ritual pembaptisan yang melakukan pembenaman bayi 3 kali ke dalam air suci.
Melansir kantor berita AFP dari laman Kompas.com, Jumat (5/2/2021), bayi berusia 6 minggu itu menderita serangan jantung
selama upacara pembaptisan dan dilarikan ke rumah sakit pada Senin (1/2/2021) namun meninggal beberapa jam kemudian.
Hasil otopsi mengungkap adanya cairan di paru-paru bayi. Oleh karenanya, jaksa membuka penyelidikan terhadap pastor di kota Suceava dengan penyelidikan pembunuhan.
Akibat insiden tersebut, sebuah petisi online
menyerukan perubahan ritual dan berhasil menggalang lebih dari 56.000 tanda tangan pada Kamis malam.
Petisi itu berbunyi, “Kematian bayi yang baru lahir akibat praktik ini adalah sebuah tragedi besar. Risiko ini harus disingkirkan demi sukacita pembaptisan menuju kesuksesan.”
Seorang netizen mengutuk ‘kebrutalan’ dari ritual tersebut sementara yang lainnya mengkritik ‘keras kepala’ kepada mereka yang berpikir bahwa ritual seperti itu dipertahankan karena kehendak Tuhan.
Beberapa tahun terakhir, media lokal Romania kerap mengabarkan kejadian serupa.
Juru bicara Gereja Vasile Banescu mengatakan, para pendeta bisa menuangkan sedikit air ke dahi bayi alih-alih membenamkan tubuh sepenuhnya ke dalam air suci. Tetapi Uskup Agung Teodosie, pemimpin sayap tradisionalis Gereja, mengatakan ritual itu tidak akan berubah.
Lebih dari 80 persen orang Romania adalah Ortodoks dan Gereja adalah salah satu lembaga paling tepercaya, menurut jajak pendapat terbaru.(ng)
