23/07/2024 4:10
EKONOMI & BISNIS

Giling Perdana, PTPN II Targetkan Produktivitas Tebu 65 Ton Per Hektare

Giling Perdana Tebu Pabrik Gula Kwala Madu. Ist

Fokusmedan.com : PT Perkebunan Nusantara II (PTPN II) I targetkan dapat mencapai produktivitas tebu sekitar 65 ton per hektare dan rendemen 6,2% tahun ini. Optimistis pencapaian tersebut didukung oleh teknologi sudah begitu maju dalam memantau produksi tebu.

Direktur PT PTPN II Irwan Perangin-Angin meminta seluruh manager kebun tebu dan manager pabrik gula untuk melakukan kolaborasi atau kerja sama yang baik. Hal itu agar sasaran PTPN II untuk mencapai produktivitas 65 ton per hektare dan rendemen 6,2% bisa dicapai.

“Saat ini teknologi sudah begitu maju dan berkembang dengan pesat. Para manager kebun dan manager pabrik untuk menggunakan teknologi dalam memantau secara real time kondisi yang berlangsung, baik di kebun maupun di pabrik gula,” katanya disela Giling Perdana Tebu Pabrik Gula Kwala Madu (PGKM) Tahun 2020-2021 di areal pabrik di Desa Sidomulyo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Rabu (3/2/2021).

Dikatakannya, sepanjang 10 tahun terakhir PTPN II belum pernah mampu mencapai rendemen sebesar itu. Sehingga bila pada tahun ini dapat mencapainya maka akan menjadi sejarah baru bagi perusahaan.

Irwan memastikan PTPN II belum terlambat untuk memulai mencapai target 2021. Bahkan dari hasil observasi, kualitas tebu yang dihasilkan pada musim tanam ini lebih baik dari sebelumnya.

Pada tahun ini juga, lanjutnya, PTPN II menjalin kerja sama dengan lembaga pendidikan perkebunan (LPP) yang menghadirkan 56 orang mahasiswa semester akhir. Kerja sama ini bertujuan memberikan dukungan dalam pengawasan mutu.

Bila pengawasan mutu dapat ditingkatkan Irwan yakin target 65 ton tebu per haktare dapat diraih. Bukan hanya LPP, untuk ikut mendukung memonitor mutu PTPN II juga membentuk tim khusus. Tim ini juga akan terlibat dalam mengawasi mutu dan restant tebu di kebun.

Pada tahun lalu, Irwan sempat melihat adanya tebu yang belum diangkut dan tergeletak di tanah hingga tiga hari, setelah dipanen. Padahal kondisi itu dapat mengakibatkan penurunan kualitas secara drastis dan akan menghasilkan angka rendemen yang jauh dari harapan.

“Saya ingin para manajer berkomitmen tidak ada lagi tebu yang belum diangkut lebih dari 24 jam setelah dipotong. Dengan berbagai komitmen tersebut didukung lagi dengan cuaca yang baik saat ini, target produksi pada 2021 akan tercapai,” ujarnya.

Manager PGKM PT Perkebunan Nusantara II Lukman Nul Hakim Harahap mengungkapkan, sesuai Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP), pada 3 Februari 2021 PGKM memulai proses giling tebu dalam Tahun Giling 2020-2021.

“Kapasitas giling PGKM pada tahun ini sebesar 3.200 ton tebu per hari, dengan perolehan gula sebanyak 197 ton (rendemen 6,16%),” ungkapnya.

Lukman berharap dengan persiapan yang telah dilaksanakan, termasuk efesiensi beberapa peralatan, target yang dicanangkan dalam RKAP dapat tercapai.(ng)