23/04/2024 12:30
EKONOMI & BISNIS

Januari 2021, Sumut Alami Inflasi 0,45 Persen

Kepala BPS Sumut, Syech Suhaimi.Ng

Fokusmedan.com: Seluruh kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Sumatera Utara (Sumut) mengalami inflasi di Januari 2021 ini. Inflasi di setiap kota rata-rata dikarenakan harga komoditas pangan mengalami kenaikan.

Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut merinci, Kota Sibolga mengalami inflasi sebesar 0,74 persen, Pematangsiantar sebesar 1,13 persen, Medan inflasi sebesar 0,38 persen. Kemudian, Padangsidimpuan sebesar 0,38 persen,
dan Gunung Sitoli sebesar 1,08 persen.

“Di Januari 2021 ini, lima Kota IHK mengalami inflasi. Dengan demikian, gabungan seluruh kota IHK menyebabkan inflasi 0,45 persen,” kata Kepala BPS Sumut, Syech Suhaimi, Senin (1/2/2021).

Suhaimi melanjutkan, inflasi Januari 2021 menyebabkan inflasi inflasi tahun ke tahun (Januari 2021 terhadap Januari 2020) masing-masing kota sebagai berikut, Sibolga inflasi 2,97 persen, Pematangsiantar inflasi 3,30 persen,
Medan inflasi 1,55 persen, Padangsidimpuan inflasi 3,34 persen dan Gunung Sitoli inflasi
5,09 persen. Inflasi tahun ke tahun gabungan 5 kota IHK di Sumut sebesar 1,84 persen.

Diterangkannya, inflasi terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan, yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,14 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,03 persen, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,21 persen. Kemudian kelompok kesehatan sebesar 0,33 persen dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,56 persen.

Beberapa komoditas yang mengalami peningkatan harga pada Januari 2021, antara lain tomat, ikan dencis, ikan tongkol/ambu-ambu, ikan asin teri, cabai rawit, ikan kembung/gembung, daging ayam ras, ketupat/lontong sayur.

Di sisi lain, beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga, antara lain cabai merah, buah naga, taucho, bawang merah, ikan asin belah, jengkol, daging babi, dan emas perhiasan.

Pada Januari 2021 dari 11 kelompok pengeluaran, empat kelompok memberikan andil inflasidan dua kelompok memberikan andil deflasi, sedangkan lima kelompok lainnya tidak memberikan andil terhadap inflasi umum Kota Medan.

Kelompok pengeluaran yang memberikan andil inflasi, yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,36 persen, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,01 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,01 persen dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,04 persen.

Kelompok yang menyumbang andil deflasi terhadap inflasi umum Kota Medan, yaitu kelompok transportasi sebesar 0,01 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,04 persen.(ng)