21/02/2024 17:48
EKONOMI & BISNIS

Harga Cabai Naik Tajam, Jangan Panik! Ini Hanya Sesaat

Harga komoditas pangan di Kota Medan berfluktuasi. Ist

Fokusmedan.com : Harga cabai rawit dan cabai merah di Kota Medan dan sekitarnya terus berfluktuasi. Kondisi ini membuat masyarakat cenderung panik dan bingung.

Dari pantauan tim pemantau harga di Sumut, di tingkat petani pada akhir pekan kemarin (Sabtu/Minggu) harga komoditas cabai mengalami penurunan yang cukup tajam. Harga cabai merah berkisar Rp12 ribuan per Kg di tingkat petani dan di tingkat pedagang pengecer bisa dijual dikisaran Rp20 ribuan saja.

Ketua Tim Pemantau Harga Pangan di Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan, hari ini, di tingkat pedagang pengecer justru melonjak ke Rp40 hingga Rp43 ribuan per Kg untuk cabai merah, atau naik sekitar 40%-an. Dan untuk cabai rawit harganya meroket menjadi Rp60 hingga Rp65 ribuan per Kg, jauh berbeda dengan kinerja harga cabai di akhir pekan kemarin.

“Kenaikan harga yang sangat mahal tersebut saya perkriakan hanya akan berlangsung sesaat,” ujar Gunawan Benjamin, Senin (1/2/2021).

Menurutnya, lompatan harga cabai ini lebih banyak dikarenakan kendala distribusi atau penundaan panen yang dilakukan petani di hari minggu kemarin. Dari pantauan, pedagang besar di pasar induk tidak mendapatkan limpahan pasokan cabai yang banyak dari wilayah Kabupaten Karo terkait dengan libur hari Minggu kemarin.

“Jadi tidak perlu panik, karena saya yakin harga akan kembali pulih segera,” tegasnya.

Sementara, sejumlah komoditas lainnya seperti bawang merah sejauh ini masih cukup stabil. Masih berkisar Rp24 ribuan per kg, termasuk juga harga bawang putih yang juga stabil di kisaran angka yang sama. Untuk daging ayam juga demikian masih di angka Rp33 ribuan per Kg meskipun belum berpotensi untuk turun ke lagi.

Tren kenaikan harga pakan ternak masih terjadi, dan tentunya kenaikan harga tersebut belum menjadi katalis positif bagi kemungkinan penurunan harga daging ayam ke depan. Untuk kinerja harga kebutuhan pokok lainnya seperti sayur-sayuran mungkin akan terus berfluktuasi cenderung mahal.

“Namun, saya tekankan agar kita mewaspadai kemungkinan penurunan harga dikarenakan pelemahan daya beli. Sejauh ini masih terlihat penurunan konsumsi atau belanja masyarakat yang tetap lebih rendah dibandingkan sebelum masa pre-covid,” tandasnya.(ng)