14/07/2024 14:05
NASIONAL

Menteri Sandiaga Sebut Digitalisasi Solusi Pengusaha Industri Kreatif Atasi PPKM

Fokusmedan.com :  Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno menantang, para pelaku usaha Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Batam bangkit dari keterpurukan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Saat ini keluhan UMKM dan pelaku ekonomi kreatif adalah menurunnya secara drastis penjualan dari produk-produk ekonomi kreatif dan produk-produk wisata.

“Hari ini di Batam saya berdiskusi dengan para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif terutama dengan kalangan UMKM dan keluhan yang dirasakan dikarenakan ditutupnya perbatasan kita dan tidak adanya wisatawan dari Singapura maupun Malaysia,” kata Menteri Sandiaga Uno dalam keterangannya, Sabtu (23/1).

Menteri Sandiaga mengatakan para pelaku usaha parekraf di Batam memang mengalami pendapatan yang anjlok akibat tidak adanya wisatawan yang masuk ke wilayah ini. Sebab, akses perbatasan masuknya WNA masih ditutup oleh pemerintah.

“Perlu kita sikapi karena pembatasan sosial berskala besar atau PPKM dan ditutupnya perbatasan merupakan tindakan pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Karena itu saya memberikan motivasi kepada para pelaku UMKM untuk terus berinovasi dengan menggunakan akselerasi dan digitalisasi,” ucapnya

Menteri Sandiaga tidak ingin para pelaku usaha parekraf hanya berdiam diri tanpa beraksi untuk bangkit dari keterpurukan ini. Dia meminta parekraf di Batam untuk membuat ide yang bagus meski pandemi masih terjadi.

“Lalu beradaptasi di tengah-tengah pandemi dan melambatnya ekonomi, mereka harus mampu untuk mencari produk-produk yang bisa dijual kepada wisatawan domestik, dan produk-produk yang sekarang diminati seperti sport tourism seperti wisata berbasis alam terbuka, wisata yang berbasis edukasi, wisata yang berbasis kekayaan budaya kita,” ujarnya.

Menteri Sandiaga mengajak seluruh pemangku kepentingan di sektor parekraf di Batam untuk bergandengan tangan agar mampu keluar dari keterpurukan ekonomi.

“Saya ingin mengajak kepada UMKM ini justru saling membantu, saling mensupport karena kadang-kadang kita asyik berkompetisi, kita lupa berkolaborasi. Dengan berkolaborasi, pasar domestik yang selama ini di dominasi oleh produk-produk asing bisa semakin di dominasi produk-produk karya anak-anak bangsa UMKM, pariwisata dan ekonomi kreatif,” pungkasnya.(yaya)