23/07/2024 3:50
GAYA HIDUP & KESEHATAN

Aritmia Bisa Sebabkan Kematian, Kenali Gejalanya!

Fokusmedan.com : Aritmia atau kelainan listrik jantung, sebagai salah satu jenis penyakit jantung, mungkin sudah cukup akrab di telinga kita.

Spesialis Jantung & Pembuluh Darah Konsultan Kardiologi Intervensi, Dr. Ignatius Yansen NG., Sp.JP(K), FIHA menjelaskan, penderita aritmia memiliki kelainan pada irama atau laju jantungnya.

“Seseorang terdiagnosa penyakit aritmia bila mengalami gangguan pada jantung yang berdetak sangat cepat atau sangat lambat, atau bahkan merasakan irama jantungnya tak beraturan,” ungkapnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (20/1/2021).

Seseorang yang mengalami gangguan aritmia, baik terlalu cepat atau terlalu lambat, organ jantungnya tidak dapat memompa darah dengan cukup ke seluruh tubuh. Kondisi inilah yang mengakibatkan penderita aritmia merasa lemas, sesak napas bahkan hilang kesadaran. Pada kondisi tertentu, aritmia bahkan bisa mengancam nyawa.

“Gangguan irama berat dapat mengakibatkan kerusakan organ tubuh yang vital dan bahkan dapat menyebabkan kehilangan kesadaran atau kematian,” kata Yansen.

Pada dasarnya, terdapat dua jenis artimia yang sering ditemui, yakni takikardia dan bradikardia. Takikardia terjadi bila keadaan jantung berdetak terlalu cepat dari kecepatan normal, dengan lebih dari 100 ketukan per menit pada orang dewasa dalam kondisi istirahat.

Sementara bradikardia terjadi bila laju jantung terlalu lemah atau lambat, dengan kurang dari 60 ketukan per menit pada orang dewasa.

Beberapa gejala yang mungkin dirasakan penderita aritmia yang perlu diwaspadai, di antaranya:

1. Detak jantung terasa sangat cepat atau sangat lambat, baik teratur maupun tidak.
2. Nyeri dada.
3. Sesak napas.
4. Sakit kepala atau pusing, hingga
5. Berkeringat.

Sayangnya, penderita aritmia mungkin tidak menyadari bahwa penyakit yang dideritanya dapat menyebabkan komplikasi seperti gagal jantung, stroke, hingga serangan jantung
bahkan mengakibatkan kematian.

Pasien dengan gejala penyakit artimia harus melakukan kontrol lebih lanjut oleh dokter spesialis jantung agar termonitor secara teratur.

Bila dirasa denyut jantung terlalu lemah dengan tingkat kegawatan tinggi, misalnya, dokter akan menyarankan pasien menggunakan alat pacu jantung untuk menstabilkan irama jantung, menghilangkan keluhan atau gejala bradikardia seperti lemas dan hilang kesadaran. Alat pacu jantung akan membantu merekam aktivitas listrik dan irama jantung.

“Alat pacu yang baru dapat juga menyesuaikan laju jantung sesuai dengan aktivitas,” terangnya.

“Dengan alat programmer seorang dokter jantung dapat mengatur mode pemacuan yang optimal untuk setiap pasien,” ungkap Konsultan Elektrofisiologi Eka Hospital BSD itu.

Jika mengalami keluhan dan gejala yang mengarah ke aritmia, segeralah berkonsultasi dengan dokter spesialis jantung untuk mendapatkan pertolongan yang tepat.(ng)