
fokusmedan.com : Hasil rekaman kamera CCTV yang terpasang di seputaran Polda Sumatera Utara (Sumut) menunjukkan bahwa sebelum tewas, korban sempat terlibat cekcok dengan seorang pengendara mobil.
Dari rekaman CCTV tersebut yang di-posting akun Instagram Polda Sumut, terungkap fakta baru, di mana korban sebelum meninggal dunia, diduga terjadi adu mulut dengan pengendara mobil pribadi warna putih.
Berdasarkan rekaman kamera pengintai terlihat angkot yang dikendarai Jasman Aritonang melaju di lajur kiri dengan kecepatan cukup tinggi untuk mengejar satu unit minibus warna putih.
Lalu, korban menyalip mobil minibus dan memberhentikannya. Jasman terlihat turun dari angkotnya dan menghampiri pengemudi minibus warna putih.
Dalam rekaman CCTV itu juga terlihat, Jasman menolak dan menarik lengan baju yang dipakai pengemudi minibus warna putih.
Tak berselang lama setelah itu, Jasman Aritonang warga Jalan Tuar Medan ditemukan tewas di jalan depan Markas Polda Sumut, Jalan Sisingamangaraja Km 10,5, Kecamatan Medan Amplas.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan, Kalau dilihat dari pantauan cctv polda sumut, itu memang korban terlihat berselisih paham dengan pengendara lain atau pengguna jalan lainnya.
“Kemudian korban terhuyung merasa kesakitan dan pada akhirnya tergeletak di jalan. Tepatnya di depan Mapolda Sumut,” ujarnya.
Lanjutnya, kemudian petugas yang tangah piket mendatangi lokasi itu.
“Di datangi oleh piket dan rekan dari biddokes. Korban mengeluarkan darah dari mulutnya. Tim dari biddokes mengatakan bahwa korban meninggal dunia lalu tetap dibawa ke RS Bhayangkara,” ungkapnya.
Lebih lanjut dikatakan polisi berpangkat melati tiga di pundaknya ini, di rumah sakit kemudian pihak kepolisian kemudian menghubungi pihak keluarga.
“Dan atas permintaan keluarga korban hanya divisum luar. Dan dari hasil visum luar, tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan. Dari catatan dokter, sebelumnya korban pernah menjalani opname. Di mana korban mengidap TBC dan batuk darah. Jadi bisa dipastikan korban mengidap penyakit itu. Dan sekali lagi tidak ada tanda-tanda kekerasan,” tandasnya.
(Rio)
