12/07/2024 18:09
EKONOMI & BISNIS

Harga Ayam Ras Mahal Meski Permintaan Berkurang

fokusmedan : Pasca Natal dan Tahun Baru 2021, harga ayam ras di sejumlah pasar tradisional Kota Medan dan sekitarnya justru bertahan dan bahkan untuk daging ayam mengalami kenaikan berkisar Rp36 ribuan per Kilogram (Kg). Padahal konsumsi daging mengalami penurunan.

Ketua Tim Pemantau Harga di Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan, dari hasil di lapangan, terjadinya kenaikan harga pakan ternak yang menjadi sumber makanan ayang pedaging maupun ayam petelur. Dan kenaikan harga pakan tersebut mengerek kenaikan biaya produksi sehingga membuat harga daging ayam justru naik setelah tahun Baru.

“Kenaikan harga pakan ternak belakangan ini juga dipicu oleh kenaikan sejumlah komoditas bahan baku impor maupun bahan baku lokal. Dari bahan baku impor seperti tepung, minyak, dan beberapa jenis lainnya mengalami lonjakan sementara harga jagung juga naik belakangan ini. Pandemi Covid-19 telah membuat sejumlah barang kebutuhan impor naik,” katanya, Rabu (13/1/2021).

Gunawan menambahkan, jalur distribusi yang terganggu, ketidaktepatan waktu pengiriman barang hingga kenaikan harga komoditas global lainnya juga turut memicu komponen pembentuk harga pakan ternak tersebut. Salah satu komoditas yang paling terlihat mengalami kenaikan ditengah masyarakat adalah kacang kedelai.

“Jadi kita tengah berhadapan dengan dilema saat ini. Di tengah resesi dan pandemi di mana daya beli masyarakat terpukul justru daging ayam saat ini naik dikisaran Rp36 ribuan per Kg padahal saat tahun baru sempat dijual 30 ribu rupiah per Kg,” ujarnya.

Kenaikan harga daging ayam tersebut, kata dia, jelas tidak lantas membuat perusahaan yang memiliki peternak ayam (plasma) diuntungkan.

Jika harga tidak dinaikkan maka beban operasional naik dan perusahaan yang merugi jika diikuti dengan penutupan usaha, ini akan berdampak pada kelangkaan daging ayam itu sendiri. Namun jika harga dinaikkan, maka perusahaan akan tetap menjaga keuntungan di level tertentu dengan alasan menjaga keberlangsungan bisnis perusahaan tentunya.

Menurutnya, harga daging ayam mungkin masih sulit untuk ditekan di bawah Rp33 ribu dalam waktu dekat ini. Meski demikian ia berharap masyarakat bisa bersabar dan memaklumi kenaikan harga daging tersebut.

Pemerintah pusat atau kementerian terkait bisa melakukan upaya pendekatan agar perusahaan tersebut bisa hidup. Dari hasil pengamatan saya, sejumlah perusahaan tersebut tengah tertekan akibat buruknya kondisi ekonomi belakangan ini.

“Jadi teori pasar (ekonomi) yang menyebutkan bahwa saat permintaan turun, stok cukup, maka harga bisa turun tidak berlaku untuk harga daging ayam di Sumut saat ini,” pungkasnya.(ng)