Tim Basarnas melakukan evakuasi korban Sriwijaya Air SJ-182. Antara
fokusmedan : Proses pencarian dan evakuasi korban Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu terus dilakukan. Pesawat tersebut hilang kontak usai lepas landas dari Soekarno Hatta menuju Pontianak pada Sabtu (9/1/10) siang kemarin.
Dari proses pencarian yang dilakukan, Tim SAR telah menyerahkan dua kantong diduga berisi bagian tubuh korban ke RS Polri dan diterima Posko Ante Mortem-DVI.
“Sudah dua kantong yang dikirim ke Kramat jati. Sudah ada posko anti mortem di sana,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, di dermaga JICT II Pelabuhan Tanjung Priok melansir merdeka.com, Minggu (10/1).
Yusri melanjutkan, terhadap dua kantong tersebut saat dilakukan proses identifikasi. Sedangkan, untuk keluarga korban telah dihubungi pihak kepolisian dan tekah dimintai datang ke Posko Ante Mortem-DVI RS Polri.
“Hotline (Post Mortem RS Polri Kramat Jati) kami ada di 08123 503 9292. Kita saat ini amat membutuhkan anggota keluarga terdekat untuk mencocokan DNA, ciri khas, rekam jejak kesehatan. Agar bisa dicocokkan saat dibawa ke RS Polri Kramat Jati,” tegas Yusri Yunus.
Hingga pagi ini, sambungnya, sudah ada tujuh keluarga dari penumpang dan satu keluarga dari crew yang telah mendatangai posko tersebut.
“Diharapkan keluarga membawa data korban lengkap. Bahan kita untuk mencari pembantunya, sehingga kita bisa membantu. Nanti DVI bisa cari pembanding keluarga sendiri,” ujarnya.
Terpisah, Kabiddokes Polda Metro Jaya, Kombes Pol Umar Shahab juga membenarkan pihaknya sudah menerima dua kantong dari lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya.
“Betul, ada dua kantong. Satu berisi body part (potongan tubuh diduga penumpang), satu berisi properti dari penumpang berupa potongan celana jeans,” kata Umar.(ng)
