Mendagri Minta Daerah Agresif Lakukan Test Covid-19

fokusmedan : Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta Pemerintah Daerah (Pemda) melakukan testing secara agresif dalam penanganan Covid-19. Hal tersebut seiring dengan meningkatnya kasus di Indonesia.

“Kami melihat dan menekankan perlunya agresif testing untuk mendapatkan data yang sebenarnya, yang positif. Jadi kita memerlukan data real, untuk itu perlu kegiatan screening, screening itu bisa dilakukan dengan test antigen yang lebih murah atau dengan alat yang baru, yaitu alat dari UGM,” ungkap Tito dalam keterangan pers, Sabtu (9/1).

Tito pun sudah mengusulkan kepada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin agar memberikan pasokan PCR di kabupaten/kota. Walaupun demikian, Tito mengakui dengan realokasi anggaran di bidang kesehatan di setiap kabupaten/kota mampu mengadakan PCR.

“Ini tolong bisa dilaksanakan, sehingga dapat diketahui data yang sebenarnya melalui testing yang lebih agresif,” beber Tito.

Sementara untuk treatment, Mendagri juga menyarankan agar setiap daerah di tingkat provinsi memiliki fasilitas khusus penanganan pasien Covid-19. Dia menyarankan agar pada gubernur membuat rumah sakit khusus.

“Sehingga mungkin perlu dipikirkan membuat rumah sakit infeksi, baik dari anggaran APBN dari Kemenkes atau dari PUPR, juga daerah-daerah yang memiliki jumlah kapasitas fiskal yang cukup kuat, ini mungkin dapat membuat minimal satu di tiap provinsi,” ungkap Tito.

Dia juga meminta agar masyarakat melakukan pemeriksaan sedini mungkin jika ada gejala. Hal tersebut agar bisa mendapatkan perawatan dengan cepat. Tak hanya itu, dengan testing dan tracing yang agresif, diyakini dapat menghindari penularan Covid-19 ke orang lain. Kemudian, pelacakan dilakukan pada kontak-kontak terdekat pasien positif Covid-19 yang diusulkannya melalui pembentukan tim khusus.

Sementara itu, Tito juga menyarankan agar tracing dilakukan oleh tim sendiri. Salah satunya dengan mengajak masyarakat yang belum mendapatkan pekerjaan.

“Ditarik untuk menjadi tenaga tracing di daerah masing-masing, kemudian diberikan insentif bahkan insentif kalau dia bisa menemukan kontak-kontak yang lain, demikian akan terjadi kegiatan masif yang agresif tracing, untuk bisa melakukan perawatan sedini mungkin,” ungkap Tito.

Tito pun menegaskan dengan melakukan 3T (testing, tracing, dan treatment) merupakan langkah yang sama pentingnya dengan 4M (menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menjauhi kerumunan).

“Kedua hal tersebut diyakini dapat memutus rantai penyebaran Covid-19,” kata Tito.(yaya)