21/02/2024 18:27
INTERNASIONAL

Covid-19, India Setujui Penggunaan Vaksin AstraZeneca dan Buatan Dalam Negeri

fokusmedan : Para ahli di regulator obat India, Sabtu (2/1/2021), telah merekomendasikan penggunaan darurat dua vaksin Covid-19, yaitu AstraZeneca/Oxford University dan vaksin buatan dalam negeri yang dikelola negara.

Dengan persetujuan ini, akan membuka jalan kampanye vaksinasi Covid-19 besar-besaran di negara terpadat kedua di dunia ini.

Pemerintah India menyebutkan, keputusan akhir akan dibuat oleh Kepala Organisasi Pengendalian Standar Obar Pusat (CDSCO).
Proses persetujuan akhir diharapkan segera diberikan, mengingat urgensi vaksin di India.
Vaksin lain, COVAXIN, dikembangkan oleh Bhara Biotech dan Dewan Riset Medis India yang dikelola pemerintah.

“Pemberian izin untuk penggunaan terbatas dalam situas darurat untuk kepentingan umum sebagai pencegahan, khususnya dalam konteks infeksi oleh strain mutan,” kata pemerintah, mengutip rekomendasi para ahli untuk COVAXIN, dilansir dari Reuters, Sabtu (2/1/2021).

Regulator kemungkinan akan menyetujui pemberian dua dosis untuk kedua vaksin, masing-masing berjarak empat minggu.
Menteri Informasi dan Penyiaran Prakash Javadekar, sebelumnya, mengatakan, dua vaksin lain sedang menunggu untuk disetujui, yaitu ZyCoV-D Zydus Cadila dan Sputnik V Rusia.

Berita penandatanganan COVAXIN datang setelah anggota parlemen Subramanian Swamy mengeluh di akun Twitter-nya bahwa vaksin asing lebih dulu disetujui daripada vaksin lokal. Ia pun berterima kasih setelah COVAXIN akhirnya mendapat rekomendasi penggunaan.

“Kami berterima kasih kepada warga India karena telah menunjukkan kepercayaan semua vaksin buatan India,” kata Bharat Biotech membalas twit Swamy setelah vaksinnya direkomendasikan.

Vaksin Astrazeneca memiliki harga lebih murah dan lebih mudah digunakan daripada vaksin Pfizer. Ini menjadi keuntungan besar bagi India yang memiliki jumlah penduduk terbesar kedua dunia.

Namun, ada ketidakpastian tentang dosis paling efektif sejak data yang diterbitkan pada November 2020 menunjukkan dosis setengah diikuti dengan dosis penuh memiliki tingkat keberhasilan 90 persen, sementara dua suntikan penuh 62 persen efektif.

Sementara itu, kemanjuran vaksin India bisa meningkat lebih dari 60 persen setelah dua dosis diberikan.

Regulator India juga telah menerima aplikasi penggunaan darurat untuk vaksin Covid-19 yang dibuat oleh Pfizer/BioNTech Jerman, upaya pertama untuk mendapat persetujuan regulasi di Barat. Sejauh ini, India telah melaporkan lebih dari 10,3 juta kasus Covid-19 dan sekitar 150.000 kematian.

Akan tetapi, tingkat infeksi telah turun secara signifikan dari pertengahan September 2020.
Negara itu berharap dapat menginokulasi 300 juta dari 1,35 miliar penduduknya dalam enam hingga delapan bulan pertama tahun ini.

Serum Institute of India (SII), telah menyimpan sekitar 50 juta dosis vaksin Astrazeneca dan akan dijual kepada pemerintah seharga 3,42 dollar.(ng)