12/07/2024 16:59
NASIONAL

Mengenal terapi plasma konvalesen untuk Covid-19

fokusmedan : Belakangan ini, terapi plasma konvalesen atau plasma darah untuk mengatasi Covid-19 ini sempat viral di media sosial dan ramai diperbincangkan. Dilansir dari Liputan6.com, Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat (AS) telah mengizinkan penggunaan plasma darah untuk pengobatan penyakit Covid-19.

Sementara di Indonesia sendiri, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa terus mengawasi terapi plasma konvalesen terhadap pasien positif Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta. Dia menyebutkan, kedua pasien tersebut yang semula dirawat di ruang isolasi, sudah dapat dipindahkan ke ruang rawat biasa dengan kondisi yang baik.

Sebenarnya penggunaan plasma darah dalam pengobatan bukanlah hal baru. Dahulu penggunaan plasma digunakan untuk pengobatan pada wabah penyakit flu babi pada tahun 2009, Ebola, SARS, dan MERS.

Nah, sedangkan dalam kasus Covid-19 ini, terapi konvalesen ini dilakukan dengan memberikan plasma, yaitu bagian dari darah yang mengandung antibodi dari orang-orang yang telah 14 hari dinyatakan sembuh dari infeksi Covid-19. Plasma darah yang diambil dari pasien Covid-19 yang telah sembuh, dan kemudian diproses agar dapat diberikan kepada pasien yang sedang terinfeksi virus SARS-Cov-2 penyebab Covid-19 yang dalam penanganan saat ini.

Pengambilan sampel plasma darah dari pasien sembuh (penyintas) Covid-19 sebagai donor, dan pasien penerima terapi plasma konvalesen itu juga akan dipilah sesuai dengan kategori dan persyaratan yang telah ditentukan.

Syarat penyitas Covid-19 pendonor

Para penyintas Covid-19 ini bisa menjadi donor plasma konvalesen dengan menjalani sejumlah pemeriksaan dan memenuhi persyaratan. Dilansir dari Liputan6.com, adapun syarat-syaratnya sebagai berikut.
1. Diutamakan laki-laki
2. Jika perempuan, yang belum pernah hamil
3. Sehat dan sudah sembuh dari Covid-19. Dibuktikan dengan hasil laboratorium Bebas dari infeksi virus corona.
4. Sembuh minimal selama 14 hari.
5. Bebas dari virus, parasit atau patogen lain berpotensi bisa ditransmisikan melalui darah.
6. Memiliki titer antibodi yang cukup tinggi berdasarkan hasil uji netralisasi

Syarat penerima plasma konvalesen
Sejauh ini, syarat penerima plasma konvalesen ini diutamakan untuk pasien yang memiliki gejala Covid-19 berat. Terapi ini tidak dianjurkan untuk pasien Covid-19 yang memiliki gejala ringan. Selain itu, dosis dan kadar antibodi plasma yang diberikan pun berbeda-beda tergantung dengan kondisi pasien.(yaya)