
fokusmedan : Anak-anak korban banjir di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang jalani Trauma Healing. Mereka diajak bermain dan cerita oleh pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Cycling Club (KCC) agar mentalnya kembali pulih akibat trauma banjir.
KCC merupakan klub sepeda DPD KNPI Sumatera Utara di bawah kepemimpinan El Adrian Shah. Dalam baksos tersebut mereka bekerja sama dengan PMI Kota Medan dan Tagana untuk memberi edukasi dan semangat kepada anak-anak yang rumahnya terkena dampak banjir.
Puluhan anak-anak di Desa Tanjung Selamat, Kecamatan Sunggal, Deli Serdang, tampak gembira saat tim mengajak mereka bermain dan bercerita.
Bendahara DPD KNPI Sumut, Dikky Anugerah mengatakan, program ini merupakan bentuk kepedulian pemuda untuk berpartisiasi dalam meringankan beban korban banjir. Terutama bagi anak-anak yang belum bisa pulang ke rumah.
“Peristiwa ini pasti akan selalu mereka kenang sepanjang hidupnya. Sehingga kami merasa tergerak untuk memberikan trauma healing agar mereka kembali ceria dan bisa bergembira sehingga psikis anak-anak tidak terguncang,” kata Dikky.
Selain trauma healing, pihaknya juga memberikan paket bantuan ke anak-anak korban banjir. Dikky juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan donasi dalam kegiatan itu.
“Terima kasih kepada rekan-rekan dari Kosgoro, PMI Kota Medan dan Tagana Kota Medan yang telah bersama-sama dalam kegiatan ini. Semoga semua kebaikan kita dibalas oleh Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujarnya.
Terpisah, El Adiran Shah mengatakan trauma healing ini diharapkan bisa mengembalikan semangat anak-anak korban banjir dalam menjalani hari-harinya.
“Kami fokus kepada anak-anak karena untuk bantuan yang lain saya kira sudah banyak yang bantu. Sedangkan trauma healing untuk anak-anak belum banyak yang buat,” sebut El Adrianshah, Jumat (18/12/2020).
El juga berharap kepada pemerintah agar serius memperhatikan nasib korban banjir. Selain masalah medis juga persoalan sosial ekonomi karena saat ini sedang terjadi pandemi Covid-19.
“Harus ada upaya penanggulangan banjir secara infrastruktur yang memadai dan ini harus dibicarakan lintas pemerintah kabupaten/kota bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan BWS Sumut,” imbaunya.
Diana, salah satu orang tua mengucapkan terima kasih kepada KNPI Sumut karena telah datang membantu mereka dalam memberikan motivasi kepada anak-anaknya pasca banjir.
“Anak-anak kami memang tidak bersekolah sejak banjir menerjang rumah kami. Dengan adanya kegiatan ini anak-anak jadi senang dan riang. Kami berharap kegiatan ini bisa dilakukan lebih lama lagi, karena anak-anak tidak tahu harus berbuat apa,” ujarnya.(ng)
