15/07/2024 17:40
EKONOMI & BISNIS

Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga Komoditas Pangan di Medan Meroket

fokusmedan : Harga sejumlah komoditas pangan di pasar tradisional di Kota Medan mulai meroket jelang Natal dan Tahun Baru. Kondisi tersebut diakui wajar oleh sejumlah pedagang karena mendekati hari besar agama.

Salah seorang pedagang di Pasar Sukaramai Medan, Fernando Silalahi mengatakan, hargai cabai terus mengalami kenaikan jelang Natal. Hari ini, naik sekitar Rp8.000 per Kilogram (Kg).

Harga cabai rawit misalnya mencapai Rp48.000 per Kg, dari sebelumnya Rp40.000 per Kg. Sama halnya dengan cabai merah Rp46.000-Rp48.000 per kg.

“Semua harga naik, cabai rawit sebelumnya seperempat kilo Rp10.000 sekarang jadi Rp 12.000. Cabai merah satu ons biasanya Rp 4.000 jadi Rp6.000. Cabai hijau seperempat kilo dari Rp5.000 jadi Rp7.000,” ungkapnya, Kamis (17/12/2020).

Ia menyebutkan, selain cabai, harga tomat juga naik dari Rp 8.000 per Kg menjadi Rp10.000.

Saat ditanya mengenai alasan kenaikan, ia menuturkan tidak mengetahui pastinya kenapa harga sembako di pasaran meningkat di akhir tahun 2020 ini.

“Naiknya tidak tahu kenapa, entah permainan pasar atau cukong kita tidak tahu. Bisa juga karena sering banjir barang jadi kosong dari gunung,” katanya.

Lebih lanjut, Fernando menjelaskan jumlah dagangan yang dijual tiap harinya juga telah menurun dari biasanya. Semisal cabai merah biasanya habis 4 kg per hari menjadi 10 kg per hari. Sedangkan cabai rawit dari 6 kg per hari menjadi 3 kg per hari.

Naiknya harga sembako juga berdampak pada turunnya jumlah pembeli yang datang untuk memenuhi kebutuhan bahan dapur tersebut.

“Kalau pembeli semakin sedikit. Karena daya beli orang semakin lama kan semakin berkurang apalagi sejak pandemi Covid-19 ini. Dari hari biasa merosot 50 persen,” pungkasnya.

Dia berharap pemerintah dapat semakin memperhatikan nasib pedagang yang ada di pasar Sukaramai. Khususnya mengenai fasilitas pasar yang tidak memadai sehingga pedagang banyak memilih berjualan di pinggir jalan.

“Kami berjualan di luar karena pajak ini banyak manipulasinya. Makanya kami berharap pemerintah membenahi pasar sebab kalau masuk ke dalam nanti pembeli bisa terpeleset,” tandas Fernando.(ian)