23/07/2024 2:09
SUMUT

Perjanjian Kerjasama PLN UIW Sumut-TNGL Tingkatkan Elektronifikasi

Perjanjian kerjasama PLN UIW Sumut dengan TNGL. Ist

fokusmedan : Tingkatkan rasio elektrifikasi, PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sumatera Utara (Sumut) dan Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) menandatangani perjanjian kerjasama di Kantor Balai Besar TNGL Jalan Selamat Medan.

Perjanjian mengenai pembangunan strategis jaringan listrik distribusi 20kV melintasi kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, tersebut menjadi dasar PLN untuk dapat melistriki Desa Harapan Maju, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat.

Penandatanganan ini merupakan tindak lanjut persetujuan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan tanggal 1 Oktober 2018 untuk melaksanakan kerja sama yang dilanjutkan surat nomor S.632/KSDAE/PIKA/KSA.0/9/2018 tanggal 15 Oktober 2018 oleh Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem.

Setelah UKL/UPL selesai tahun 2019, Surat Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tentang Arahan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pembangunan Jaringan Listrik 20 kV di Desa Harapan Kec Sei Lepan, Kab Langkat Prov Sumatera Utara yang melintasi Kawasan TN Gunung Leuser, terbit pada tanggal 3 April 2020.

General Manager PLN UIW Sumut M Irwansyah Putra memyampaikan apresiasi atas dukungan Balai Besar TNGL dalam program elektrifikasi nasional.

“Saya ucapkan terimakasih atas peran aktif TNGL dalam memproses perijinan hingga terlaksana penandatanganan ini,” ujar Irwansyah, Selasa (15/12/2020).

Pihaknya, kata dia, berkomitmen untuk turut menjaga dan melestarikan lingkungan, sesuai misi PLN. Sehingga diharapkan ada persetujuan-persetujuan lain untuk mendukung program pelestarian lingkungan.

Kepala Balai Besar TNGL Ir. Jefry Susyafrianto, MM mengungkapkan, persetujuan ini merupakan langkah Kementerian Lingkungan Hidup untuk mendukung program pemerintah.

“Karena listrik adalah kebutuhan dasar setiap orang, maka setiap warga negara berhak menikmatinya,” jelasnya.

Jefry memaparkan, untuk dapat merubah zonasi kawasan taman nasional membutuhkan proses serta persetujuan dari Kementerian Lingkuhan Hidup.

“Setelah proses panjang, syukur perjanjian kerjasama ini dapat terealisasi dan masyarakat dapat menikmati listrik,” tutupnya.(ng)