Belawan Lepas 2,2 Ribu Ton Ekspor Komoditas Perkebunan

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melepas ekspor komoditas perkebunan. Ist

fokusmedan : Menteri Pertanian sekaligus Kelautan dan Perikanan ad interim Syahrul Yasin Limpo melepas ekspor komoditas sektor perkebunan asal Sumatera Utara (Sumut) secara virtual sebanyak 2.203 ton dengan nilai barang mencapai Rp53,8 miliar.

“Kembali menjadi bukti, apapun yang kita hasilkan dari bumi Indonesia yang kaya ini sangat dibutuhkan negara lain. Kita harus melompat dengan cara-cara yang baru dan dengan skala produksi yang lebih besar seperti yang telah dicapai dari sektor perkebunan,” ujarnya saat melepas ekspor ragam komoditas sektor perkebunan dalam rangka hari perkebunan nasional ke-63 tahun di Tangerang, Banten (10/12).

Selain dari Sumatera Utara, secara serentak Mentan SYL juga melepas berbagai ragam komoditas perkebunan lainnya seperti kopi, lada, kelapa dan turunannya secara serentak dari 22 pelabuhan laut dan bandar udara di seluruh Indonesia. Diantaranya Manado, Lampung dan Pekanbaru yang terhubung langsung secara virtual di lokasi acara.

Menurut SYL, upaya yang dilakukan Kementerian Pertanian tersebut sejalan dengan arahan Presiden Jokowi untuk menangkap peluang besar pasar sektor pertanian baik di Asia maupun pasar internasional. Pihaknya melakukan langkah operasional untuk mendorong pelaku usaha dengan membuka akses pasar.

Salah satunya pihaknya aktif melakukan kerjasama harmonisasi aturan protokol ekspor dan ketentuan sanitari dan fitosanitari produk pertanian dengan negara tujuan ekspor.

Ekspor raya hasil perkebunan ini dilakukan dalam rangka Harbunas 2020 dengan tema Optimalisasi Ekspor Perkebunan dalam upaya pemulihan ekonomi nasional.

Kepala Karantina Pertanian Belawan, Hasrul mengatakan, ekspor komoditas dan produk dari sub sektor Sumatera Utara sendiri tahun ini terus bertumbuh. Dari data IQFAST, Karantina Pertanian Belawa, ekspornya dari Januari sampai 10 Desember 2020 mencapai 1,2 juta ton dengan nilai mencapai Rp22,6 triliun.

“Jumlah eksportir dibanding tahun berambah 19 eksportir baru, 10 komoditi baru dan 7 negara tujuan baru,” kata Hasrul saat melakukan pelepasan ekspor di gudang milik eksportir KPG, Sumut.

Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil,  yang juga mendampingi langsung mentan SYL menambahkan, dari rekaman sistem perkarantinaan pertanian IQFAST mencatat komoditas perkebunan yang laris di pasar dunia selain sawit dan produk turunannya adalah kelapa, kopi, karet, mede dan pinang biji.

“Selain itu rempah juga menunjukkan tren permintaan yang cukup tinggi, khususnya di saat musim pandemi ini,” ungkap Jamil.

Dari rilis data BPS sebdiri, sektor pertanian mengalami pertumbuhan yang signifikan pada kuartal 1 tumbuh 2,19% dan kuartal 2 tumbuh 2,15% (YoY).

“Lebih dari 70% ekspor pertanian disumbang oleh sub sektor perkebunan. Kedepan, agar dapat lebih memberikan dampak dan nilai tambah hasil perkebunan ini kita olah dahulu, baru di ekspor,” imbun Ka Barantan.

Kementan juga telah memberikan fasilitas KUR yang besar, ini dapat dimanfaatkan untuk hilirisasi juga, selain peluang lapangan kerja yang terbuka, nilai jual juga lebih tinggi.(ng)