
fokusmedan : Pasangan calon (Paslon) Walikota Medan Bobby Nasution – Aulia Rachman berporensi menang dalam Pilkada 2020.
Hal ini diungkapkan oleh pengamat politik Universitas Sumatera Utara (USU), Dr Warijo. Menurutnya salah satu potensi kemenangan paslon Bobby Nasution – Aulia Rachman di pilkada Kota Medan dikarenakan petahana yang belum menunjukkan kinerja baik.
“Faktor kemenangan (dari sebagian hasil survey) Bobby – Aulia mungkin karena petahana selama ini belum menunjukkan kinerja yang baik saat menjalankan roda pemerintahan. Sehingga ada keinginan masyarakat untuk perubahan,” ungkapnya, Jumat (11/12/2020).
Ia mengatakan, selama ini pelayanan yang didapat masyarakat belum diterima secara baik dari petahana. Selain itu juga ada faktor persoalan internal, yakni korupsi yang melanda wali Kota Medan yang berimbas pada Akhyar Nasution.
“Bahkan saat Akhyar menjabat sebagai Plt Wali Kota Medan juga belum bisa secara maksimal melayani masyarakat,” katanya.
Warijo menyebutkan, dukungan partai politik di Paslon dua lebih solid untuk bergerak dan memiliki jaringan cukup kuat baik di tingkat pusat dan lokal. Itu menjadi modal kuat agar masyarakat bisa memilih mereka. Adapun isu lain semisal partisipasi politik masyarakat yang relatif rendah.
“Suaranya kan banyak yang tidak memilih, terutama kepada Akhyar yang kemudian banyak suara dukungan kuat ke Bobby,” pungkasnya.
Lebih lanjut, dia menjelaskan partisipasi pemilih jika dibanding tahun lalu memang mengalami peningkatan. Tetapi jika memakai ukuran nasional, partisipasi politik masyarakat tetap aja rendah.
“Karena pilkada ini serentak secara keseluruhan. Saya kira meningkatnya partisipasi di Medan dibanding tahun 2015 belum bisa dijadikan acuan membaik. Itu tetap menjadi persoalan di pilkada Medan,” tutur Warijo
Menurutnya minimnya partisipasi masyarakat karena masa pandemi sehingga pemilih lebih ingin mengamankan dirinya. Kedua, banyak masyarakat belum menerima surat panggilan untuk memberikan suara.
“Ketiga, kerenggangan karena representasi dua Paslon ini tidak memberikan banyak kesempatan kepada kelompok masyarakat lain yang belum terakomodasi,” tandasnya.
(Pian)
