21/02/2024 17:41
FOKUS MEDAN

Peringati Hari HAM Internasional, Akbar Sumut Gelar Parade Panggung Rakyat

Parade panggung rakyat di Taman Budaya, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Medan Timur. Ist

 

fokusmedan : Peringati hari Hak Asasi Manusia (HAM) internasional, Akumulasi Kemarahan Buruh dan Rakyat (AKBAR) Sumut, menggelar parade panggung rakyat, Kamis (10/12/2020).

Kegiatan yang bertemakan Indonesia Krisis Demokrasi Perkuat Persatuan Rakyat Untuk Melawan Rezim Pelanggar Ham ini diselenggarakan di Taman Budaya, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Medan Timur.

Ketua penyelenggara, Ali Syahputra menyebutkan kegiatan ini berlangsung sejak pukul 14.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB.

“Kita dari AKBAR Sumut mengadakan acara peringati hari HAM berketepatan ditanggal 10 Desember. Ini puncak dari rangkaian acara kita memperingati,” ungkapnya saat diwawancarai.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa dihari HAM ini banyak catatan pelanggaran HAM khususnya kekerasan terhadap perempuan.

“Dari perjalanan diskusi tadi kita dapat beberapa catatan yang masuk kepada kita dari beberapa narasumber seperti catatan tahunan Komnas perempuan itu ditahun 2020 melaporkan kasus kekerasan seksual di tahun 2009 mencapai 4898 kasus kekerasan seksual dan pada bulan Januari hingga mei 2020 terdapat 542 kasus kekerasan terhadap perempuan,” katanya.

Ali mengatakan dari data yang diterima, kekerasan dalam berumah tangga ada 24 persen, 170 kasus kekerasan seksual.

“Dari data Walhi Sumut, KPA Sumut, BPRPI KontraS Sumut dan lain-lain, tahun 2016 sebanyak 42 kasus, tahun 2017 sebanyak 70 kasus, tahun 2018 sebanyak 64 kasus, tahun 2019 sebanyak 75 kasus, dan tahun 2020 sebanyak 61 kasus, itu yang kita dapat data dari beberapa narasumber,” tuturnya.

Menurutnya, tindakan pelanggaran HAM dari tahun 2019 dan 2020 mengalami peningkatan dan tidak ada penyelesaianyanya hingga sekarang.

“Dari beberapa gerakan rakyat yang coba mengkritisi atau menyikapi terkait regulasi yang dikeluarkan oleh rezim hari ini mulai dari 2019 sampai 2020 banyak sekali gerakan rakyat yang mendapatkan
represifitas dari aparat kepolisian sampai angkanya itu sekitar 400 yang mengalami kekerasan yang dilakukan oleh pihak kepolisian,” sebut Ali.

Dia berharap kasus pelanggaran HAM, agar segera dapat diselesaikan dan ditangani serius oleh negara.

“Harapan kita dari hulu sampai hilir, persoalan kekerasan terhadap manusia dan HAm ini jarang sekali diselesaikan oleh pemerintah sampai di era Jokowi ini. Harapan kita agar pemerintah coba lebih serius menangani kasus HAM,” tandas Ali.

(Pian)