15/07/2024 18:29
FOKUS MEDAN

JPPR Temukan Pelanggaran Protokol Kesehatan Saat Pilkada

Koordinator Daerah JPPR Sumut, Darwin Sipahutar. Al

fokusmedan : Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Sumatera Utara (Sumut) temukan sejumlah pelanggaran protokol kesehatan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Medan pada 9 Desember 2020 Kemarin.

Koordinator Daerah JPPR Sumut, Darwin Sipahutar menjelaskan, pihaknya menemukan 4 Kecamatan yang dianggap melanggar protokol kesehatan, yakni Kecamatan Medan Kota, Kecamatan Medan Amplas, Kecamatan Medan Area dan Kecamatan Medan Maimun.

“Dari pantauan tersebut, tim kita menemukan sejumlah catatan terkait ketaatan pelaksanaan protokol kesehatan, dari data setiap TPS yang kami terima dari 15 TPS yang masih terhimpun terdapat pemilih yang mencelupkan jarinya ke tinta,” ungkapnya, Kamis (10/12/2020).

Ia melanjutkan, seharusnya anggota KPPS memahami regulasi dimasa pandemi Covid-19. Berdasarkan Peraturan KPU tidak diperbolehkan mencelupkan jari, namun tinta harus dititiskan oleh petugas.

“Sejauh ini pantauan kami petugas tinta malah mengarahkan pemilih untuk mencelupkan jarinya ke dalam botol. Seharusnya ketaatan dan kepatuhan KPPS terhadap protokol kesehatan menjadi penting untuk keselamatan bersama,” ujarnya.

Lebih lanjut Darwin menyebutkan, JPPR juga menemukan anggota KPPS yang tidak menggunakan masker, padahal sesuai regulasi Alat Pelindung Diri (APD) mestinya selalu digunakan.

“Hal ini menjadi kekhawatiran kita bersama tentunya, kita berharap dan sembari berdoa agar tidak ada klaster baru setelah pilkada ini. Selanjutnya catatan lain yang kami temukan adalah terdapatnya TPS yang tidak memenuhi standart ukuran sebagaimana yang dimaksud PKPU,” ujar Darwin.

Selain itu, dia sangat menyanyangkan dengan adanya kondisi TPS yang tidak layak, dengan lokasi yang sempit. Tidak hanya itu, pemahaman anggota KPPS terhadap pemilih yang tidak membawa C Pemberitahuan, menurutnya, menjadi perhatian.

“Di TPS 13 Kelurahan Sudirejo II warga suruh pulang dan datang mencoblos pada pukul 12 siang,” sebutnya.

Dari sejumlah masalah di TPS Darwin menyarakan KPU Medan, agar memperbaiki tata kerja KPPS ke depannya.

“Hal ini menjadi titik balik bagi KPU, ini masih seputar pemungutan suara, kami juga akan pantau penghitungan suara terkait penggunaan Sistem Rekapitulasi Online (Sirekap),” pungkasanya.(al)