12/07/2024 17:47
EKONOMI & BISNIS

CPO Bertahan Mahal, Harga Minyak Goreng Naik

Harga minyak goreng merangkak naik. Ng

fokusmedan : Kinerja harga CPO belakangan ini masih stabil dan bertahan mahal di atas 3.300 ringgit per ton. Harga CPO saat ini bertengger dikisaran angka 3.332 ringgit per tonnya.

Pengamat ekonomi Sumut Gunawan Benjamin mengatakan, harba tersebut sangat baik bagi para petani. Tren harga CPO yang naik ini tidak terlepas dari sejumlah isu diantaranya kemungkinan membaiknya hubungan dagang antara China dan AS.

Selain itu, naiknya harga dipicu oleh optimisme kinerja industri dunia maupun ekonomi global akan mengalami pemulihan setelah ditemukannya vaksin Covid-19. Jadi memang ada harapan pemulihan ekonomi yang bisa saja membuat kinerja harga CPO kedepan bisa mengalami penguatan karena ada harapan konsumsi CPO global mengalami pemulihan.

“Meskipun belum 100% jaminan ke sana, setidaknya ada beberapa isu penting yang mungkin perlu menjadi catatan khusus. Diantaranya kemungkinan perang dagang yang masih berlanjut setelah Presiden AS terpilih Joe Biden menjabat nantinya dan ini yang masih menjadi tanda tanya besar sebab kalau berlanjut bisa saja tren penguatan harga CPO akan tertahan,” katanya, Minggu (6/12/2020).

Ia melanjutkan, dampak dari kenaikan harga CPO saat ini tentunya akan membuat petani senang. Petani akan diuntungkan dengan kenaikan harga CPO tersebut tetapi dampak nyata yang dialami konsumen saat ini adalah kenaikan harga minyak goreng.

Harga minyak goreng yang sempat di kisaran 12.000 hingga 12.500 per Kg sebelumnya. Saat ini sudah beraa dikisaran 13.500 hingga 14.000 per Kg.

“Kenaikan harga tersebut trerjadi dalam sepekan terakhir. Jadi konsumen yang sangat dirugikan saat ini dengan kenaikan harga tersebut,” ujarnya.

Tetapi secara keseluruhan, kenaikan harga CPO lebih banyak memberikan kemaslahatan bagi masyarakat di Sumut. Mengingat Sumut yang lebih banyak mengandalkan sawit dalam porsi pertumbuhan ekonominya.(ng)