Sofyan Tan berbincang dengan korban banjir.Ist
fokusmedan : Tokoh Pembauran Sumatera Utara, dr Sofyan Tan langsung berkeliling menemui korban banjir di Kota Medan dan sekitarnya sembari membagikan 5.000 nasi bungkus dan hand sanitizer dan air mineral. Baginya, nasi bungkus merupakan bantuan pertama yang dibutuhkan warga yang terdampak banjir.
“Rumah terendam, bahkan harus mengungsi. Mereka pasti tidak lagi memikirkan untuk memasak. Tapi yang terpenting, mereka tahu kalau kita hadir untuk mereka,” ujar Sofyan Tan seusai membagikan nasi bungkus kepada warga terdampak banjir di Kawasan belakang Terminal Pinang Baris, Jumat (4/12/2020).
Usai menyambangi lokasi banjir di belakang Terminal Pinang Baris, Sofyan Tan bergerak menuju Jalan TB Simatupang gang Wakaf.
Di sini, setidaknya ada 1700 jiwa yang terdampak banjir. Untuk memberi makan warga, masyarakat sekitar pun menggagas dapur umum.
“Syukurlah ada bantuan nasi dari Pak Tan, karena yang kami masak sejak pagi tadi belum cukup,” ujar salah seorang pengelola dapur umum.
Di lokasi ini, Sofyan Tan bertemu dengan Dewi, salah seorang korban yang merupakan pegawainya di Yayasan Perguruan Sutan lskandar Muda. “Yang tabah yah, jangan sampai kamu lupa makan dan jaga kesehatan,” pesannya.
Tak hanya membawa nasi bungkus, Sofyan Tan yang berkeliling didampingi Tim Sahabat Sofyan Tan untuk Bobby-Aulia juga menyebut akan berupaya menggalang dana untuk membantu warga memperbaiki rumahnya rusak akibat banjir.
“Jika ini sudah reda, dan kita sudah tahu berapa rumah yang rusak, saya akan coba cari donatur yang berkenan menyisihkan rezekinya,” sebut Anggota DPR RI ini.
Usai berkeliling di wilayah Kota Medan, Sofyan Tan kemudian mengunjungi posko pengungsian. Ada sekitar 500 warga yang selama ini menghuni perumahan Oma D’Flamboyan mengungsi di dua tempat yang disiapkan, yakni di Balai Desa dan aula Arhanud.
Dengan kondisi pandemi Covid-19, maka Sofyan berharap penanggung jawab posko termasuk BPBD tetap menjalankan protokol kesehatan.
“Ini perlu agar tidak tercipta cluster baru Covid-19,” pintanya.
Selain itu, Sofyan juga berharap agar Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mendata pelajar yang kehilangan perlengkapan sekolah termasuk hape android, sehingga proses belajar tidak terganggu. Termasuk buku pelajaran dan seragam, mengingat kita ada rencana memulai belajar tatap muka di Januari mendatang.(ng)
