14/07/2024 14:07
EKONOMI & BISNIS

Dilanda Banjir, Harga Pangan di Kota Medan Naik Tajam

fokusmedan : Banjir yang melanda Kota Medan dan sekitarnya membuat aktivitas ekonomi yang terhambat, penyakit hingga korban jiwa. Banjir secara tidak langsung juga merugikan masyarakat dari sisi kenaikan harga pangan.

Banjir yang terjadi ini justru juga diikuti dengan bencana tanah longsor yang menghambat jalur distribusi barang masuk ke Medan.

Hasilnya, harga pangan mengalami kenaikan. Salah satu komoditas pangan yang kerap menyumbang inflasi tinggi, dan kerap memicu inflasi, yakni cabai mengalami kenaikan yang tinggi. Harga cabai naik dalam kisran Rp7.000 hingga Rp10 ribu per Kg. Harga cabai rawit yang sehari sebelumnya bertengger dikisaran Rp35 ribuan per Kg, saat ini dijual dikisaran Rp45 ribuan per Kg.

Sementara cabai merah yang sebelumnya dijual sekitar Rp40 hingga Rp43 ribu per Kg. Saat ini sudah bertengger di level 50 ribuan per kg. Komoditas lainnya seperti sayur-sayuran juga mengalami kenaikan dalam rentang 30% hingga 50%.

Harga minyak goreng juga mengalami kenaikan dalam rentang Rp250 hingga Rp500 per Kg nya. Harga minyak goreng jurah yang sebelumnya dihargai Rp13 ribu per Kg. Saat ini dijual di harga Rp13.500 per Kg. Tetapi kenaikan harga minyak gorebg ini bukan karena bencana. Namun tren harga CPO yang memang belakangan naik di pasar global.

Sejauh ini, untuk komoditas bawang merah dan bawang putih masih stabil. Tetapi yang dikhatirkan jika intensitas hujan tidak mengalami penurunan dan berlangsung lama.

Ketua Tim Pemantau Harga di Sumut Gunawan Benjamin mengatakan, yang dikhawatirkan selanjutnya adalah adanya kemungkinan kenaikan sejumlah komoditas lainnya. Jadi yang berpeluang naik lagi harganya bukan hanya cabai, namun komoditas pangan lain berpeluang mengikuti.

“Tidak mudah menstabilkan harga jika kita berhadapan dengan cuaca atau bencana seperti ini. Namun untuk meminimalisir dampak ekonominya, pemerintah bersama masyarakat sebaiknya bergtong royong untuk membantu masyarakat yang tengah tertimpa musibah,” katanya, Sabtu (5/12/2020).

Pemerintah juga dituntut bergerak cepat untuk mengatasi jalur distribusi yang terhambat akibat longsor. Lakukan sidak secara rutin untuk memantau perkembangan harga.

Bila perlu melakukan intervensi pasar dengan menjual sejumlah komoditas pangan dengan harga lebih murah dari harga pasar. Dinas terkait harus bertindak cepat, bila perlu memberikan kompensasi kepad pedagang besar untuk mengangkut barang kebutuhan pokok dari sumbernya ke konsumen.

“Beban tugas TPID semakin berat jika berhadapan dengan situasi sulit seperti yang terjadi sekarang. Lakukan aksi segera untuk menstabilkan harga, dengan mengoptimalkan sinergi diantara masing-masing instansi yang tergabung dalam TPID tersebut,” pungkasnya.(ng)