24/02/2024 15:31
SUMUT

Pandemi Corona, Peredaran Uang Palsu di Sumut Diprediksi Berkurang Jelang Pilkada

Ilustrasi uang palsu. Ist

fokusmedan : Peredaran uang palsu (upal) jelang Pilkada di masa pandemi corona saat ini diprediksi berkurang. Begitupun, hal yang harus diwaspadai apabila terjadi “serangan fajar”.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Propinsi Sumatera Utara Wiwiek Sisto Widayat memperkirakan, peredaran uang palsu terutama saja menjelang Pilkada di daerah-daerah termasuk di Medan bisa berkurang karena Covid- 19 .

“Karena pada saat Covid-19 masyarakat dilarang berkumpul dan jaga jarak. Tetapi kita kurang tahu ya jika terjadi serangan fajar,” ujarnya, Senin (9/11/2020).

Ia menambahkan, penemuan upal selain berasal dari setoran perbankan dan laporan masyarakat juga temuan pihak kepolisian.

Wiwiek mengakui, masalah itu terjadi akibat pihak perbankan di daerah ini belum memiliki mesin yang terbilang canggih yang bisa mendeteksi uang palsu secara keseluruhan.

Namun begitu dihitung di mesin penghitungan BI baru ketahuan lebih banyak jumlah uang palsunya. Karena itu, perbankan perlu memiliki mesin pendeteksi uang palsu canggih yang bisa meneliti keakuratannya.

” Upaya untuk mendeteksi uang yang masuk  ke perbankan  maupun  BI perlu  punya alat deteksi yang canggih yang harus diimpor. Memang ada rencana untuk mengimpor alat untuk mensensor uang palsu,” ungkap Wiwiek.

Selain itu  upaya lain BI dengan melakukan sosialisasi mengenai ciri-ciri keaslian uang rupiah guna mengantisipasi dan menekan peredaran uang palsu.

“Namun karena saat ini masih pandemi Covid-19, sehingga ada kendala mobil kas keliling BI belum bisa melakukan sosialisasi tapi bisa via radio,” terangnya.

Terhadap tindak kejahatan itu menurutnya pihak perbankan tidak bisa menangkap pelakunya sebab alat canggih untuk mendeteksi uang palsu belum dimiliki perbankan. Hanya saja mensosialisasikannya serta mengimbau masyarakat tetap waspada dalam mencermati keaslian uang rupiah.

Wiwiek menambahkan, Agustus 2020 ini saja terjadi peningkatan peredaran upal seiring ditemukannya sebanyak 872 lembar uang palsu di Sumut.(ng)