Indonesia Masuk “Daftar Hitam” di Afrika Selatan

Ilustrasi antrean di Imigrasi. iStock

fokusmedan : Indonesia menjadi salah satu daftar negara berisiko tinggi Covid-19 dari tinjauan yang dilakukan Afrika Selatan. Meski begitu, tidak ada pelarangan total untuk perjalanan dari Nusantara.

Melansir CNBCTV18.com, Rabu (21/10/2020), daftar terbaru yang memiliki 22 nama negara di dalamnya dirilis pada Senin (19/10/2020).

Kendati Afrika Selatan secara tajam mengurangi jumlah negara dalam daftarnya, namun mereka tetap menerapkan pembatasan perjalanan pada wisatawan yang tiba dari India.

Tidak hanya itu, Department of Home Affairs juga menambahkan Bangladesh dan Jerman karena dianggap memiliki risiko tinggi Covid-19.

Sebelumnya, badan pemerintahan tersebut memiliki 60 negara dalam daftarnya pada awal Oktober. Namun jumlah tersebut kian berkurang.

“Kami terus diingatkan bahwa pandemi Covid-19 masih ada dan kami harus mengambil langkah pencegahan,” ungkap badan pemerintahan tersebut melalui sebuah pernyataan, mengutip CNBCTV18.com.

Mereka melanjutkan, peninjauan kembali daftar negara berisiko tinggi Covid-19 dilakukan sedemikian rupa untuk mencapai keseimbangan antara menyelamatkan nyawa dan melindungi mata pencaharian.

Saat ini, Afrika Selatan sedang mengkhawatirkan adanya kemungkinan gelombang kedua infeksi Covid-19 dan mereka tengah berada di level satu dari strategi lockdown bertahap lima level.

Sejumlah negara yang baru dimasukan dalam daftar tersebut adalah negara-negara Eropa, seperti Belgia, Italia, Belanda, Spanyol, dan Perancis.

Kemudian ada Peru, Meksiko, Kolombia, Argentina, dan Chili dari Amerika Selatan. Saat ini, semua negara tersebut tengah berjuang menghadapi gelombang baru Covid-19.

Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut daftar negara berisiko tinggi Covid-19 yang termasuk dalam daftar milik Afrika Selatan yang telah Kompas.com rangkum, Selasa (27/10/2020):

  1. India
  2. Bangladesh
  3. Jerman
  4. Belgia
  5. Italia
  6. Belanda
  7. Spanyol
  8. Perancis
  9. Peru
  10. Meksiko
  11. Kolombia
  12. Argentina
  13. Chili
  14. Brasil
  15. Rusia
  16. Filipina
  17. Indonesia
  18. Iran
  19. Irak
  20. Amerika Serikat (AS)
  21. Britania Raya
  22. Kanada

Sementara itu, China merupakan satu-satunya negara dalam aliansi BRICS yang dapat mengirim wisatawan untuk semua kategori ke Afrika Selatan.

Adapun, BRICS merupakan aliansi antara lima negara yakni Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan.

Selanjutnya, meski Filipina, Indonesia, Iran, Irak, AS, Britania Raya, dan Kanada masuk dalam daftar, namun tidak ada larangan total untuk perjalanan ke Afrika Selatan dari negara-negara tersebut.

Wisatawan asal negara berisiko tinggi Covid-19 dapat mengunjungi Afrika Selatan. Namun, terdapat beberapa kriteria.

Mereka termasuk pelancong bisnis, pemegang Critical Skills Work Visa, investor, dan orang-orang dalam misi internasional di bidang olahraga, seni, budaya, dan sains.

Department of Home Affairs menyatakan, mereka sadar akan sejumlah pengunjung tetap dari negara-negara Eropa yang telah terbiasa berkunjung ke Afrika Selatan untuk waktu yang lama selama musim panas, atau saat musim dingin di belahan bumi utara.

Mereka melanjutnya, banyak dari pelancong tersebut yang memiliki properti di Afrika Selatan. Mereka juga menghargai kontribusi ekonomi yang telah diberikan melalui aktivitas di sana.

“Untuk itu, kami juga akan mengizinkan wisatawan yang datang untuk tinggal selama tiga bulan atau lebih namun tetap mematuhi protokol kesehatan,” kata badan pemerintahan tersebut.

Dalam dua pekan pertama, sebuah meja khusus telah disiapkan untuk menangani pengajuan perjalanan yang sebagian besar datang dari investor di bidang pertanian, manufaktur, pertambangan, dan pariwisata.

Menurut keterangan dari Department of Home Affairs, sebanyak 3.113 pengajuan perjalanan dari pelaku dalam bidang-bidang tersebut telah disetujui.

“Angka ini menunjukkan bahwa, rata-rata sebanyak 335 investor setiap hari mengajukan perizinan untuk berkunjung ke Afrika Selatan. Ini memberi pesan yang kuat bahwa negara ini tetap menjadi tujuan investasi yang menarik” ungkapnya.(ng)