Aksi Buruh Tolak Omnibus Law, Polda Sumut Siagakan 7000 Personel

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Armaja. Ist

fokusmedan: Polda Sumatera Utara (Sumut) mengerahkan 7000 personel guna mengamankan aksi unjuk rasa tolak omnibus law, yang akan berlangsung selama tiga hari mulai Selasa (6/10/2020) hingga Kamis (8/10/2020).

Untuk antisipasi, Polda Sumut sendiri menyiagakan 2/3 dari jumlah personel atau 7000 orang.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes pol Tatan Dirsan Atmaja yang diwawancarai mengatakan bahwa, Kapolda Sumut sudah menginstruksikan keseluruhan jajaran.

“Kita tetap mengantisipasi beberapa hari ke depan. Untuk itu personel yang disiagakan 2/3 dari kekuatan masing-masing wilayah. Untuk Polda Sumut sendiri disiagakan 7000 personel,” ungkapnya, Senin (5/10/2020).

Lanjut mantan Wakapolrestabes Medan ini, pihaknya juga mengimbau kepada saudara-saudara, rekan (pekerja) bahwa saat ini wilayah Sumatera Utara tengah menghadapi wabah Covid-19.

“Saat ini kita sedang menghadapi wabah Covid-19. Berkaitan dengan virus tersebut, belum diketahui obat maupun penangkal dari virus tersebut. Kita ketahui bersama wilayah Sumut dan beberapa titik dengan pusat perhatian kasus Covid-19 yang lumayan tinggi.
Maka kita mengantisipasi berkaitan dengan penyebaran Covid-19, jangan sampai menjadi kloster penyebaran Covid-19. Kita bersama antisipasi agar melaksanakan protokoler kesehatan,” ungkapnya.

Dalam penanganan pencegahan penyebaran Covid-19, lanjut Tatan, pihaknya aktif melaksanakan razia Yustisi di seluruh jajaran.

“Kita bersama tahu, bahwa saat ini berbagai instansi tengah gencar melakukan operasi Yustisi. Dengan berbagai sanksi kepada masyarakat yang melanggarnya,” ucapnya.

Terkait aksi para buruh yang dikabarkan akan berlangsung selama tiga hari, pihaknya terus melakukan imbauan agar mematuhi protokol kesehatan.

“Kalau sanksi saat aksi berlangsung yang melanggar protokoler kesehatan belum ada, namun kita terus melakukan imbauan agar tetap melaksanakan protokoler kesehatan,” pungkasnya.

(Rio)