Sinyal Ekonomi Membaik, Harga Emas Diramal Bakal Ambruk ke Rp850.000 per Gram

fokusmedan : Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami trend penurunan harga jual sejak awal September 2020. Pekan lalu, harga emas berada di posisi Rp1.024.00 gram. Namun dalam sepekan turun menjadi Rp1.017.000 per gram.

Analis, Ibrahim Assuaibi menilai, trend penurunan harga emas ini menunjukkan sentimen positif. Sebab para pelaku pasar mulai kembali menanamkan modalnya ke pasar saham dan obligasi. Sehingga perekonomian menuju kembali seperti keadaan sebelum pandemi.

“Ini berarti para pelaku pasar tertuju ke saham dan obligasi,” kata Ibrahim saat dihubungi merdeka.com,Jakarta, Rabu (9/9).

Kondisi ini dipicu oleh beberapa negara yang telah mengumumkan menemukan vaksin dan siap diedarkan dalam waktu dekat. Sehingga para investor mulai menjual emasnya dan beralih ke pasar saham dan obligasi.

“Kalau vaksin ditemukan, orang akan beralih lagi, makanya wajar harga emas bisa ke level-level terendahnya,” kata dia.

Selain itu, menurut data ekonomi di Amerika Serikat, Eropa dan China menunjukkan angka perbaikan. Sebab para pelaku pasar kembali ke pasar saham dan obligasi.

Di sisi lain, Ibrahim menyebut harga emas bisa terjun hingga Rp850.000 per gram jika harga emas internasional mengalami penurunan. Sebab belakangan kenaikan harga emas ini dipicu oleh konflik di Amerika Serikat yang menyebabkan harga emas internasional naik.

Masalah ini dipicu penanganan tunjangan pengangguran bagi warga Amerika Serikat yang tak kunjung selesai. Adanya perbedaan pandangan jumlah tunjangan dari Partai Demokrat dan Partai Republik mengakibatkan ketidakpastian bagi para pelaku pasar.

“Akhirnya belum ada kesepakatan dan membuat harga emas turun-naik,” kata dia.

Harga Emas Internasional

Harga emas internasional juga diperkirakan akan terus turun sampai di level USD 1.700 per ons. Dampaknya, harga emas di Indonesia akan kembali ke harga Rp850.000.

“Ada kemungkinan besar emas internasional yang sekarang bisa turun ke level USD 1.700 dan nanti di Indonesia menjadi Rp 850 ribuan, ini sangat kuat sekali,” kata dia.

Semua ini kata dia masih menunggu hasil pertemuan dari para senat di Amerika Serikat yang membahas tunjangan. Seba hal ini sangat memengaruhi para pelaku pasar di Amerika Serikat.

“Kita tahun pengangguran di Amerika Serikat belum ada kepastian dan pasar merasa kecewa akan hal ini,” kata dia mengakhiri.(yaya)